nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bupati Lampung Selatan Diduga Tunjuk Anggota DPRD Jadi Komandan Pengatur Suap

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 22:43 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 337 1928466 bupati-lampung-selatan-diduga-tunjuk-anggota-dprd-jadi-komandan-pengatur-suap-X04WZqfnWV.jpg Konpers KPK terkait OTT Bupati Lampung Selatan. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (ZH) sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait proyek infrastruktur tahun anggaran 2018 di wilayahnya.

Adik Ketua MPR RI Zulkifli Hasan tersebut ditetapkan sebagai tersangka bersama tiga orang lainnya yakni anggota DPRD Lampung, Agus Bhakti Nugraha (ABN); Kadis PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara (AA); dan bos CV 9 Naga, Gilang Ramadhan (GR).

Dalam menjalankan aksinya, Zainudin Hasan diduga menunjuk anggota DPRD Lampung, Agus Nugraha, untuk mengatur bancakan proyek infrastruktur. ‎Agus mengatur proyek tersebut dibantu dengan Kadis PUPR Lampung Selatan, Anjar Asmara.

"Diduga, ZH ‎mengarahkan semua pengadaan proyek pada Dinas PUPR Lampung Selatan harus melalui ABN," kata Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan saat menggelar konferensi pers di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan kena OTT KPK.

‎Zainudin Hasan juga meminta agar Anjar Asmara mengumpulkan fee proyek tersebut sebagai dana operasional atau dana taktis pada Dinas PUPR. Dana taktis itu diduga sebagian besar akan digunakan untuk keperluan Zainudin Hasan.

Sementara Agus Nugraha sendiri sempat mengatur lelang terkait sejumlah proyek di Lampung Selatan tahun anggaran 2018. Dalam lelang tersebut, Gilang Ramadhan mendapat 15 proyek dengan nilai total Rp20 miliar.

"GR ikut proyek di Lampung Selatan dengan meminjam banyak nama perusahaan yang tidak semua miliknya," sambung Basaria.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) kemarin, tim juga sempat mengamankan uang sebesar Rp200 juta dari tangan Agus Nugraha. Uang tersebut diduga bagian dari permintaan Zainudin Hasan kepada Anjar Asmara sejumlah Rp400 juta.

"Uang Rp200 juta diduga berasal dari pencairan uang muka untuk empat proyek senilai Rp2,8 miliar," terangnya.

Konpers KPK terkait OTT Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Adapun empat proyek itu yakni proyek Box Culvert Waysulan, reha‎bilitasi ruang Jalan Banding Kantor Camat Rajabasa, peningkatan ruas Jalan Kuncir Curug, serta peningkatan ruas Jalan Lingkar Dusun Tanah Luhur Batas Kota.

Sebagai pihak yang diduga pemberi suap, Gilang disangkakan melanggar Pasal 5 Ayat (1) huruf a atau b atau Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001.

Sebagai pihak yang diduga penerima suap, Zainudin Hasan, Agus Nugraha, dan Anjar Asmara disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 UU 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor sebagaimana telah diubah dengan UU 20/2001 juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini