Balada Stasiun Tua

Muhamad Rizky, Okezone · Sabtu 28 Juli 2018 09:01 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 27 337 1928415 balada-stasiun-tua-3Fw4cuju3q.jpeg Stasiun Jakarta Kota di Kota Tua, Jakarta Barat (dok Okezone)

Tapi, Stasiun Jakarta Kota bukan yang tertua. “Kalau cerita soal sejarah kereta di Jakarta itu sebenarnya yang pertama itu bukan Stasiun Beos, tapi Stasiun Batavia dengan operatornya NIS pada 1869. Jalurnya menghubungkan Batavia dengan Bogor,” kata Adhitya Hatmawan, pemerhati sejarah kereta api kepada Okezone, Desember 2016.

Stasiun Jakarta Kota pernah direnovasi, tapi keaslian bangunannya tetap dipertahankan. Termasuk jam tua. “Secara keseluruhan asli," ujar Sugi Hartanto, Kepala Stasiun Jakarta Kota.

Lantai dua stasiun tersebut diperuntukan untuk kantor dan lantai bawah tanah tempat perbelanjaan, gerai makanan dan minuman serta pos penjagaan.

Stasiun Jatinegara

Stasiun Meester Cornelis alias Stasiun Jatinegara, Jakarta Timur. Beratap genteng, pintu masuk stasiun berbentuk setengah lingkaran. Alkisah lahan tempat stasiun itu dibangun dulu milik pemuka agama Kristen bernama Cornelis van Senen yang namanya kemudian ditabalkan ke stasiun.

 

Stasiun Jatinegara (Rizki/Okezone)

Stasiun Jatinegara dibangun pada 1910. Bangunan awal Stasiun Meester Cornelis yang dibangun pada 1887 berada sekira 600 meter dari lokasi sekarang.

"Bangunan yang asli salah satunya tower ini, kalo jam-jam ini enggak. Nah kalo kerangka ini aseli. Ini tiang Listrik Aliran Atas (LAA) cuman sudah tidak berfungsi," kata Wakil Kepala Stasiun Jatinegara, Rizal Kashenda saat Okezone bertandang ke Stasiun Jatinegara.

"Kalau tampilan fisik luar masih asli, kalau dalam banyak perubahan. Kalau tempat tiket itu udah tambahan, tapi hall-nya termasuk gerbang itu asli semua. Kanopi kerangka overkaping ini aseli kerangkanya," tuturnya.

Suasana Stasiun Jatinegara (Rizki/Okezone)

Tapi, cat bangunan itu sudah tampak kusam dan beberapa bagian mulai mengelupas.

Stasiun Senen

Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat yang biasanya melayani 27 keberangkatan per hari juga termasuk bangunan tua. Ini termasuk stasiun tersibuk di Ibu Kota karena selain melayani penumpang KRL Jabodetabek, Stasiun Senen juga melayani keberangkatan ke luar Jabodetabek.

Seorang staf Stasiun Senen, Verama menuturkan saban hari stasiun itu memberangkatkan sekira 16 ribu orang ke berbagai daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur. Penumpang KRL sendiri mencapai 3.000 orang tiap hari tujuan Depok-Bogor.

 

Penumpang kereta di Stasiun Senen (Antara)

Stasiun Senen yang ikut memamerkan foto-foto masa lalunya memiliki enam jalur yang semuanya terhubung melalui lorong bawah tanah. “Dari dulu ini enggak ada perubahan, paling lantai-lantai ini berubah," tutur Kasubur Stasiun Senen, Nurcahyadi.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini