nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JAD Bantah Dalangi Aksi Terorisme di Indonesia

Badriyanto, Jurnalis · Jum'at 27 Juli 2018 11:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 27 337 1928105 jad-bantah-dalangi-aksi-terorisme-di-indonesia-ci33RfRQhH.jpg Sidang tuntutan pembubaran JAD di PN Jakarta Selatan (Badriyanto/Okezone)

JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan kembali menggelar sidang lanjutan pembubaran koorporasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD), dengan agenda pembacaan pledoi atau nota pembelaan atas tuntutan yang diajukan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada sidang sebelumnya.

Kuasa hukum terdakwa JAD, Asludin Hatjani mengatakan, berdasarkan fakta-fakta hukum, JAD yang dipimpin Zainal Anshori sama sekali tidak menghimpun teroris. Melainkan hanya sebagai wadah orang-orang yang siap berangkat ke Suriah untuk membantu perjuangan khilafah di negara tersebut.

Adapun rentetatan peristiwa aksi terorisme seperti bom Thamrin Jakarta Pusat 2016, bom Kampung Melayu, Jakarta Timur 2017, bom gereja Oukemene Samarinda dan yang terbaru bom tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur dilakukan oleh anggotanya tanpa melibatkan JAD secara struktural.

"Dalam persidangan didapat juga fakta hukum bahwa tindak pidana terorisme yang dilakukan oleh anggota terdakwa JAD dilakukan sendiri-sendiri tanpa melibatkan tewakwa secara struktural," kata Asludin saat membacakan nota pembelaan di hadapan majelis hakim PN Jakarta Selatan, Jumat (27/7/2018).

Sidang dakwaan pembubaran JAD (Harits/Okezone)

Mengacu terhadap fakta-fakta hukum tersebut, Asludin menolak seluruh tuntuan yang diajukan JPU dan meminta majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Haris Bawono agar membebaskan JAD dari segala tuntutan.

(Baca juga: Jaksa Tuntut JAD Dibubarkan karena Berbaiat ke ISIS)

"Kami penasihat hukum terdakwa mohon kepada Majelis Hakim yang memeriksa dan mengadili perkara ini memutuskan dan menyatakan terdakwa JAD yang diwakili Zainal Anshori tidak terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana terorisme," pungkasnya.

Sebelumnya, pada sidang pembacaan tuntutan Jaksa menuntut majelis hakim agar membubarkan JAD karena dianggap terlibat aksi terorisme di Indonesia. Bahkan organisasi tersebut dinilainya telah berafiliasi dengan jaringan teroris internasional atau ISIS.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini