nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Buntut OTT Kalapas Sukamiskin, Menkumham Copot Kakanwil dan Kadivpas Jabar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 17:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 337 1926184 buntut-ott-kalapas-sukamiskin-menkumham-copot-kakanwil-dan-kadivpas-jabar-Y5otV2a0Qr.jpg Yasonna Laoly. (Foto: Puteranegara/Okezone)

JAKARTA - Menteri Hukum dan HAM (Menkumham) Yasonna Laoly mencopot Kakanwil Jawa Barat, Indro Purwoko dan Kadiv PAS Jawa Barat, Alfi Zahrin Kiemas sebagai buntut dari kasus jual-beli fasilitas yang menjerat Kepala Lapas (Kalapas) Sukamiskin, Wahid Husen.

"Secara institusi kami mengevaluasi, maka per hari ini saya memberhentikan Kakanwil Jabar Indro Purwoko. Kadivpas Jabar, saya baru saja tandatangan surat keputusan (pemberhentian), Kakanwil dan Kadivpas ini sama kayak di Pekanbaru. Dua tingkat di atas kalapas, kadispas, kakanwil itu supaya juga jadi pelajaran ke depannya," ujar Yasonna di Kantor Kemenkumham Kuningan Jakarta Selatan, Senin (23/7/2018).

Yasonna menjelaskan pencopotan dua anak buahnya itu. Menurutnya, mereka adalah pihak-pihak yang ikut bertanggung jawab atas perkara yang sedang diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Karena dua tingkat di atas bertanggung jawab. Supaya jadi pelajaran bagi ke depannya, agar bertanggung jawab," jelas Yasonna.

Yasonna menuturkan, untuk posisi Indro akan digantikan oleh Dodot Adit Koeswanto. Dodot sebelumnya menjabat sebagai Kadiv Administrasi Kakanwil Kemenkum HAM Jabat. Sedangkan, posisi Kalapas Sukamisikin dijabat Kusnali sebagai Pelaksana Harian (Plh).

Ini Barang Bukti Terkait OTT Kepala Lapas Sukamiskin

"Saya sudah cek track record masing-masing supaya pas. Karena kita tau Lapas Sukamiskin sangat menggoda," klaim Yasonna.

Wahid Husen telah ditetapkan sebagai tersangka‎ oleh KPK. Wahid diduga menerima suap terkait 'jual-beli' kamar serta izin di dalam Lapas Sukamiskin. Selain Wahid, KPK menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka dalam kasus yang sama. Ketiganya yakni, narapidana kasus korupsi proyek Bakamla yang juga suami Inneke Koesherawati, Fahmi Darmawansyah; PNS Lapas Sukamiskin, Hendri Saputra; serta narapidana tahanan kasus pidana umum yang juga orang kepercayaan Fahmi, Andri Rahmat.

Diduga, Wahid Husen menerima suap berupa sejumlah uang dan dua mobil ketika menjabat sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018. Uang serta dua unit mobil yang diterima Wahid itu diduga berkaitan dengan pemberian fasilitas, izin luar biasa, yang‎ seharusnya tidak diberikan kepada diberikan kepada napi tertentu.

Fahmi Darmawansyah sendiri diduga memberikan suap kepada Wahid untuk mendapatkan fasilitas khusus di dalam sel atau kamar tahanannya. Fahmi juga diberikan kekhususan untuk dapat mudah keluar-masuk Lapas Sukamiskin.

Peneriman-penerimaan tersebut diduga dibantu dan diperantarai oleh orang-orang dekat keduanya yaitu AR (Andri Rahmat) dan HND (Hendri Saputra).

(qlh)

Berita Terkait

OTT Kalapas Sukamiskin

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini