nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gus Dur Keliling Pesantren, Ingatkan Pasukan Berani Mati Hentikan Aksi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 13:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 23 337 1926052 gus-dur-keliling-pesantren-ingatakan-pasukan-berani-mati-hentikan-aksi-PumlA0w3h1.jpg Gus Dur

Kilas Balik Pelengseran Gus Dur

Tiga poin Dekrit Presiden Gus Dur, yakni, membekukan Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia dan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat dan mengambil tindakan serta menyusun badan yang diperlukan untuk menyelenggaran Pemilu dalam waktu satu tahun.

Ketiga, menyelamatkan gerakan reformasi total dari unsur-unsur Orde Baru dengan membekukan Partai Golongan Karya sambil menunggu keputusan Mahkamah Agung, untuk itu kami memerintahkan seluruh jajaran TNI dan Polri untuk mengamankan langkah penyelamatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan menyerukan kepada seluruh rakyat Indonesia untuk tetap tenang serta menjalankan kehidupan sosial dan ekonomi seperti biasa.

(Baca Juga: Gus Dur Tertawa Melihat "Akrobat Politik" yang Melengserkannya)

Pelengseran Gus Dur mulai diserukan beberapa tokoh politik sejak dihembuskannya isu kasus dana Yanatera Bulog dan Bantuan Sultan Brunei. Namun, hal tersebut gagal dijadikan alasan untuk menjatuhkan Gus Dur sebagai Presiden, karena tidak terbukti.

Pelengseran itu sendiri awalnya menggunakan alasan soal pergatian Kapolri. Gus Dur saat itu memecat Jenderal Bimantoro dan mengangkat Jenderal Chairudin Ismail sebagai pimpinan Polri.

Kebijakan itu yang dijadikan senjata oleh parlemen untuk menggelar Sidang Istimewa. Pasalnya, keputusan Gus Dur dinilai pelanggaran berat karena tidak melibatkan DPR/MPR dalam pengangkatan Kapolri.

Dengan adanya momentum tersebut, beberapa tokoh politik kala itu menjadikan celah untuk mempercepat pelaksanaan Sidang Istimewa yang awalnya digelar pada 1 Agustus menjadi 23 Juli 2001.

Setelah mengetahui adanya percepatan Sidang Istimewa itu, Gus Dur mengeluarkan Dekrit Presiden pada 23 Juli 2001. Keputusan itu dikeluarkan untuk mencegah pelaksanaan Sidang Istimewa yang dianggap tidak sejalan dengan cita-cita Reformasi.

Di hari yang sama, Dekrit Presiden Gus Dur dilawan dengan Sidang Istimewa yang memutuskan untuk memakzulkan Gus Dur.

Sosok pemimpin yang dikenal sederhana dan mengedepankan Pluralisme itu sudah tiada. Gus Dur menghembuskan nafas terakhirnya di usia 69 tahun pada 30 Desember 2009.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini