nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Gus Dur Tertawa Melihat "Akrobat Politik" yang Melengserkannya

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 23 Juli 2018 10:36 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 23 337 1925938 gus-dur-tertawa-melihat-akrobat-politik-yang-melengserkannya-BLvLIVSSig.jpg Gus Dur

USAI dilengserkan dari kursi Presiden, Abdurrahman Wahid (Gus Dur) masih tetap bertahan di Istana Negara. Ketika menjabat, tempat itu memang dikenal dijadikan rumah oleh Gus Dur.

Meskipun kondisi politik memanas, Gus Dur tetap menunjukan sikap tenang dan merakyatnya. Bahkan, tokoh Nahdlatul Ulama (NU) hanya tertawa melihat 'akrobat politik' yang melengserkan dirinya.

Gus Dur pun sempat menemui para pendukungnya di teras Istana Negara hanya dengan celana, kaos oblong dan kopiah di kepalanya. Dia melambaikan tangan kepada rakyat dibalik hasil sidang istimewa tersebut.

(Foto:nu.or.id)

(Baca Juga: 17 Tahun Silam, Dekrit dan Celana Pendek Gus Dur)

Setelah dimakzulkannya Gus Dur, para pendukungnya menyerukan perlawanan dan berkumpul di Istana Negara. Mereka merasa tokoh panutannya telah didzalimi.

"Waktu itu orang minta ketemu Gus Dur, dia jawab 'ya sudah kita keluar saja'. Lalu saya tanya perlu ganti baju atau tidak, Gus Dur menjawab 'tidak usahlah'. Memang kesehariannya dia kalau terima tamu diluar jam kerja diterima pakai sarungan saja. Kecuali tamu resmi," cerita mantan Juru Bicara Presiden Gus Dur, Adhie Massardi kepada Okezone.

Adhie Massardi

Dewasa ini, sebagian kalangan menyatakan sangat merindukan sosok Gus Dur. Apalagi, dia merupakan tokoh bangsa yang memperjuangkan soal Plurasime dan sederhana.

Menurut Adhie yang merupakan loyalis Gus Dur, Indonesia saat ini harus memiliki sosok kepemimpinan seperti Gus Dur yang berani mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat.

Ketika era kepemimpinan Gus Dur, meskipun kondisi politik memanas karena tidak mendapat dukungan di dalam negeri, tetapi untuk di mata dunia, Gus Dur disegani karena berani bersikap tegas jika merugikan rakyat Indonesia.

"Karena di dalam tingkat elite-nya kurang suka jadi diluar negeri orang hormat contoh kontrak sumber daya alam zaman Gus Dur tak bisa seenaknya semua ditinjau kembali, seperti PT Freeport," ucap Adhie.

Setelah menjadi salah satu tokoh sejarah dibalik perjalanan Indonesia, pada 30 Desember 2009, Gus Dur meninggal dunia di usia 69 tahun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini