Kapolri Merasa Omongannya Dipelintir Ustaz Bachtiar Nasir

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 18 Juli 2018 16:37 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 18 337 1924080 kapolri-merasa-omongannya-dipelintir-ustaz-bachtiar-nasir-Tim1t89eZV.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Divisi (Kadiv) Humas Mabes Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan, alasan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut Bachtiar Nasir adalah sosok ustaz yang tidak cerdas karena geram pernyataannya telah dipelintir.

Kapolri merasa keberatan, lantaran sama sekali tak mendukung berdirinya ideologi khilafah menggantikan sistem demokrasi di Indonesia sebagaimana disampaikan Bachtiar Nasir.

"Ya, pernyataan Kapolri beliau merasa omongan Kapolri dipelintir gitu orang melintir itu gimana coba," kata Setyo di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (18/7/2018).

 Ustadz Bachtiar Nasir

Menurut Setyo, Kapolri juga merasa tidak berkenan dan kurang nyaman terkait dengan isu yang dikembangkan Bachtiar Nasir. Apalagi, kata dia, hal tersebut, viral di kalangan oganisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Silakan mereka nilai apa yang jelas Kapolri tidak nyaman yang menyatakan bahwa Kapolri mendukung khilafah itu tidak pernah," tegas Setyo.

Sebelumnya, Tito menceritakan kemarahannya terhadap Bachtiar Nasir berawal dari sebuah video yang viral di kalangan HTI. Dalam tayangan tersebut, Bachtiar Nasir menyampaikan bahwa, Kapolri Tito menyebut sistem khilafah adalah hal yang paling tepat untuk diterapkan sebagai Ideologi Indonesia.

"Kemarin komplain dengan Ustaz Bachtiar Nasir karena ada video yang viral, di tengah-tengah masyarakat kelompok HTI. Dan menyampaikan bahwa Indonesia harus menerapkan sistem khilafah. Karena demokrasi liberal tidak benar menghancurkan negara ini. Dan saya berdiskusi dengan orang yang berkompeten itu, yaitu Kapolri Jenderal Tito Profesor Doktor Tito Karnavian," papar Tito menggambarkan isi video tersebut.

Tito menegaskan, dengan adanya hal tersebut, dirinya langsung menghubungi Bachtiar Nasir untuk melakukan klarifikasi. Tito pun berkesimpulan, bahwa penilaiannya selama ini terhadap Bachtiar Nasir ternyata salah besar.

Dengan adanya hal tersebut, saat ini, ito menyatakan bahwa Bachtiar Nasir adalah sosok Ustaz yang tidak cerdas. Mengingat, apa yang disampaikannya adalah tidak sesuai dengan kenyataannya.

"Tapi begitu melihat kata-kata Ustaz distu, saya hilang kesan saya itu. Kesan saya Ustaz tidak cerdas yang saya lihat," jelas Tito.

 Kapolri Jenderal Tito Karnavian

Sementara itu, Juru Bicara Persaudaraan Alumni (PA) 212, Habib Novel Bamukmin, menganggap Bachtiar tidak marah dengan ucapan Kapolri. Ia menilai Anggota Dewan Pembina Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama itu sebagai sosok yang ramah.

“Beliau sangat menghargai pendapat orang dan tidak gampang memvonis seseorang. Saya belum lihat beliau ini marah apalagi yang berkenaan dengan hal-hal perbedaan yang wajar,” ungkapnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini