Harga Telur Mahal, Satgas Polri Endus Adanya Mafia Pangan

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 18 Juli 2018 11:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 18 337 1923888 harga-telur-mahal-satgas-polri-endus-adanya-mafia-pangan-cxbXAvHVbD.jpg Kadiv Humas Polri Irjen Setyo Wasisto (Antara)

JAKARTA - Jajaran kepolisian melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan mengendus adanya mafia yang bermain di balik melambungnya harga telur di pasaran dalam beberapa bulan belakangan ini.

Ketua Satgas Pangan, Irjen Setyo Wasisto telah menginstruksikan jajarannya untuk menelusuri penyebab kenaikan harga telur. "Ini sedang diteliti kalau ada yang main-main," ujar Setyo di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Setyo telah berkordinasi dan bertemu pihak Kementerian Perdagangan, Satgas Pangan, asosiasi peternak, pedagang dan integrator di Kementerian Perdagangan.

Dari hasil rapat tersebut diketahui bahwa stok telur di peternak mencukupi. Selain itu harga jual telur di kandang ayam juga normal. Mengenai harga pakan ayam, menurut dia, tidak ada kenaikan.

 

Namun, kata dia, memang terjadi kenaikan harga pada day old chick atau anakan ayam yang berumur satu hari sebagai imbas dari kebijakan. Soal kebutuhan telur ayam di pasar, menurut dia, terpantau normal karena tidak ada perayaan hari besar.

Kadiv Humas Mabes Polri ini juga menuturkan fenomena kenaikan harga telur juga cukup aneh. Mengingat, kata dia lonjakan tersebut terjadi pasca-lebaran 2018 lalu.

"Sejak setelah Lebaran, (harga) naik dan tidak turun-turun," tutur dia.

Untuk itu pihaknya akan menelusuri rantai distribusi telur. Setyo mengatakan kenaikan harga telur terjadi di beberapa wilayah seperti di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Itu yang akan kami selidiki, apakah pengepul, pangkalan atau broker yang ambil untung banyak," ucap Setyo.

(sal)

(mbs)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini