nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kapolri: Saya Melihat Potensi Kerawanan Pecahnya Indonesia

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 17 Juli 2018 14:56 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 17 337 1923499 kapolri-saya-melihat-potensi-kerawanan-pecahnya-indonesia-y6AAZCKKyn.jpg Kapolri Tito Karnavian (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengungkap potensi kerawanan pecahnya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari internal atau dalam negeri. Menurutnya, kesejahteraan rakyat menjadi ancaman sendiri runtuhnya negara ini.

"Dalam konteks ini saya melihat potensi kerawanan pecahnya Indonesia dari dalam ketika kita tidak mampu mengecilkan kelas bawah dan membesarkan kelas menengah," kata Tito dalam sambutannya di acara Silahturahni Nasional dengan Da'I Bhabinkamtibnas di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (17/7/2018).

Potret Indonesia dewasa ini, kata Tito, masih dalam berbentuk piramida. Hal itu dimaksudkan Tito, bahwa fenomena sosial masyarakat saat ini masih didominasi oleh kelas bawah.

Kelas bawah itu, dikatakan Tito, merupakan elemen yang kurang mendapatkan pendidikan dan kemampuan yang kurang memumpuni untuk bersaing di era modernisasi dewasa ini.

Sebab itu, menurut Tito, dengan adanya fakta tersebut, kondisi di Indonesia saat ini masih banyak pengangguran. Bahkan, ada yang masih merasakan kelaparan di daerah-daerah pelosok Indonesia.

"Kita masih bisa liat saudara-saudara kita di desa. Negara yang masih punya segala macem tapi lihat mereka makan pun sulit pengangguran banyak," tutur Tito.

Di sisi lain, Tito menyatakan, saat ini demografi Indonesia didominasi oleh para generasi muda. Dia menyebut itu adalah salah satu bonus kependudukan.

Namun, menurutnya, bonus demografi tersebut menjadi malapetaka tersendiri apabila para kawula muda tidak mampu bersaing dengan generasi bangsa lainnya di zaman modernisasi saat ini.

"Tapu kalau mereka tak bekerja justru jadi masalah oleh karena itu ini problema yabg besar dihadapi kita. Bagaimana kita bisa angkat low claas menjadi midlle class," tutup Tito.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini