nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkembangan Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu Bisa Dipantau Lewat Portal Khusus

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 16 Juli 2018 15:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 07 16 337 1922967 perkembangan-penyelesaian-kasus-ham-masa-lalu-bisa-dipantau-lewat-portal-khusus-jLzQpfY5qx.jpg Menko Polhukam Wiranto

JAKARTA - Menko Polhukam Wiranto memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait penyelesaian kasus dugaan pelanggaran HAM masa lalu. Wiranto beserta lembaga terkait sepakat untuk membuat portal online yang melaporkan perkembangan penanganan kasus tersebut.

"Intinya begini, kita akan sampaikan ke publik lewat satu portal khusus. Portal khusus yang memuat perkembangan, pekerjaan kita, para pemangku kepentingan yang berhubungan dengan dugaan pelanggaran HAM masa lalu dan masa kini," kata Wiranto di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (16/7/2018).

Publik, kata dia, dapat mengakses portal tersebut untuk memantau perkembangan penyelesaian kasus HAM masa lalu oleh pemerintah. Wiranto juga menegaskan pemerintah berkomitmen menyelesaikan kasus ini hingga tuntas.

"Jangan ada dugaan prasangka masyarakat luas bahwa pemerintah tidak sungguh-sugguh menyelesaikan pelanggaran HAM masa lalu. Bukan. Jangan ada dugaan bahwa pemerintah tidak terlalu perduli dengan penyelesaian ini, termasuk di Papua," jelas Wiranto.

(Baca Juga: Jokowi Terima Keluarga Korban Pelanggaran HAM 'Aksi Kamisan' di Istana)

Meski demikian, mantan Panglima ABRI itu tidak menjelaskan secara rinci mengenai bentuk portal tersebut. Namun, melalui hal ini ia menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menyelesaikan perkara yang belum tuntas tersebut.

"Nanti saya sampaikan kepada Anda semua. Ini baru bicara," imbuh Wiranto.

Ketua Komnas HAM Ahmad Taufik Damanik yang ikut dalam rapat tersebut, mengatakan, portal online penyelesaian kasus HAM masa lalu merupakan ide dari Kemenko Polhukam. Namun, pihaknya tetap fokus pada penyelesaian lewat mekanisme yudisial.

"Itu ide dari Kemenko, kita apresiasi. Komnas HAM fokus pada aspek yudisial. Kalau ada penyelesaian-penyelesaian, kita akan support. Tapi fokus Komnas pada yang ini (yudisial)," jelas Taufan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini