Pelaku Bom Pasuruan Bagian dari Jaringan Perampok Bank CIMB Medan

Puteranegara Batubara, Okezone · Senin 16 Juli 2018 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 16 337 1922903 pelaku-bom-pasuruan-bagian-dari-jaringan-perampok-bank-cimb-medan-X2td9CHHh3.jpg Kapolri Jenderal Tito Karnavian (Antara)

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan bahwa terduga pelaku bom di Pasuruan, Jawa Timur, Abdullah terkait dengan jaringan komplotan perampokan Bank CIMB Niaga, Medan, Sumatera Utara pada 2010. Abdullah diduga merupakan sahabat dari salah satu otak kejahatan tersebut.

Abdullah masih dicari Tim Densus 88 Antiteror. Dia diduga sebagai pemilik bom jenis bondet yang meledak di sebuah kontrakan di Pasuruan pada Kamis 5 Juli 2018.

"Ini tidak jauh dari jaringannya kelompok perampokan CIMB Bank yang ada di Medan tahun 2010 yang waktu itu saya pimpin kita tangkap ada beberapa orang, ya ada 16 orang yang merampas, kami sudah tangkap. Nah ini Abdullah kawannya Nibras," kata Tito di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Senin (16/7/2018).

Tito menyatakan, Tim Densus 88 sudah mengamankan istri Abdullah dan sampai saat ini masih diperiksa intensif.

Dalam ledakan di kontrakan tersebut, anak Abdullah yang masih kecil harus menjadi korban. Dia mengalami luka-luka dibeberapa bagian tubuh dan saat ini masih dirawat di Rumah Sakit terdekat.

 

Lokasi ledakan bom di Pasuruan (Ist)

"Pengejaran tapi kami tahu yang bersangkutan keluarganya juga ada istirinya dan anaknya," tutur Tito.

Menurut Tito, dengan berlakunya Undang-Undang (UU) Nomor 15 Tahun 2003 Tentang Tindak Pidana Terorisme, pihaknya bisa memproses istri Abdullah. Dengan adanya payung hukum tersebut, Tito menyebut, pihaknya bisa melakukan penahanan selama 200 hari terhadap perempuan berinisial DR tersebut jika terbukti terlibat dengan aksi suaminya.

"Kalau dia (DR) tahu kalau suaminya terlibat jaringan tanpa diharus dia ikut membuat bom segala macem kami bisa proses dia dan ditahan bisa maksimal bisa 200 hari saya ulangi 200 hari jadi kalau kami tangkap dengan bukt bagian dari jaringan 200 hari kami tangkap," papar Tito.

Terkait kejadian tersebut, sampai saat ini Densus 88 Antiteror sudah menangkap empat orang. Abdullah sendiri merupakan seorang mantan narapidana terorisme.

 

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini