Jaksa KPK Yakin Suryadharma Ali Selewengkan DOM

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 11 Juli 2018 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 11 337 1920937 jaksa-kpk-yakin-suryadharma-ali-selewengkan-dom-48C1OAQT2w.jpg Suryadharma Ali saat di persidangan (foto: Okezone)

JAKARTA - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yakin mantan Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) melakukan korupsi Dana Operasional Menteri (DOM), meskipun Wapres Jusuf Kalla telah memberikan keterangan yang meringankan.

JK mengatakan sebagaimana Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 268 Tahun 2014, disebutkan seorang menteri diberi keleluasaan menggunakan DOM secara fleksibel dan diskresi. Namun, menurut jaksa KPK, dugaan penyelewengan DOM itu terjadi sebelum PMK tersebut terbit.

"DOM yang didakwakan ke Pak SDA periode sampai tahun 2013 sebelum PMK baru terbit," kata Jaksa Abdul Basir di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

Basir menuturkan bahwa kasus ini sudah terang benderang. ‎Terlebih putusan kasus ini di pengadilan tingkat pertama telah dikuatkan di pengadilan tinggi. "Bahwa yang bersangkutan menggunakan DOM tidak semestinya. Sefleksibel pengelolaan uang negara pasti ada batasannya," jelas Basir.

 jk

Ia mengungkapkan keterangan JK dalam memaparkan PMK tentang penggunaan DOM sudah cukup baik. Namun demikian ia menggaris bawahi bahwa penggunaan DOM tersebut harus sesuai dengan tugasnya sebagai seorang menteri.

"Pak JK memberikan keterangan bagus. Walaupun fleksibel tetap untuk mendukung tugas sebagai menteri. Itu yang harus digaris bawahi," jelas Basir.

"(DOM) itu melekat sepanjang untuk dukungan tugas menteri. Kalau diluar tugas menteri pasti tidak dibenarkan peraturan perundang-undangan," sambungnya.

Di sisi lain, Suryadharma Ali juga yakin kesaksian Wapres JK untuk dirinya dapat meringankan. Sebab, JK dinilai sangat memahami aturan penggunaan DOM.

"Yang pasti Pak JK adalah atasan saya langsung mengerti apa tugas-tugas menteri dan memahami aturan yang berkaitan dengan DOM," ujar Suryadharma.

 jk

Sementara itu, menantu Suryadharma Ali, Rendhika Harsono meminta doa dari masyarakat terkait PK yang diajukan mertuanya. Keluarga berharap mantan Ketua Umum PPP itu mendapat keadilan melalui upaya hukum lanjutan ini.

"Mohon doanya agar diberikan keadilan hukum kepada ayah saya," ucap dia.

Sekadar informasi, Suryadharma Ali mengajukan upaya hukum peninjauan kembali (PK) atas kasus yang menjeratnya. Dalam memori PK itu ia mengutip keterangan JK terkait penggunaan Dana Operasional Menteri (DOM).

Majelis Hakim Tipikor menyatakan Suryadharma terbukti menyalahgunakan jabatannya selaku menteri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan dalam penggunaan DOM.

Pada 2016 lalu, Suryadharma telah dijatuhkan hukuman selama 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1.821 miliar dan diganjar hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik.‎

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini