Di Sidang PK, JK Sebut Suryadharma Ali Pakai Dana Operasional Menteri Sesuai Aturan

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 11 Juli 2018 12:58 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 11 337 1920823 di-sidang-pk-jk-sebut-suryadharma-ali-pakai-dana-operasional-menteri-sesuai-aturan-f93n5CSrBe.jpg Wapres Jusuf Kalla bersaksi di sidang PK Suryadharma Ali di Pengadilan Tipikor, Jakarta (Aprilio/Antara)

JAKARTA - Wakil Presiden Jusuf Kalla bersaksi dalam sidang lanjutan peninjauan kembali (PK) kasus korupsi mantan Menteri Agama Suryadharma Ali‎. Di depan majelis hakim, JK memaparkan tentang dana operasional menteri (DOM) berkaitan dengan kasus yang menjerat Suryadharma.

Mulanya, pengacara Suryadharma, ‎M Rullyandi menanyakan penggunaan DOM kepada JK selaku wakil presiden. JK pun menerangkan aturan dalam penggunaan DOM tersebut kepada pengacara dan majelis hakim.

"Saya menjawab penasihat hukum. Menteri dan pejabat yang sederajat mendapatkan gaji sampai sekarang. Karena itu dalam rangka menjalankan tugas-tugasnya‎ pemerintah memberikan tunjangan atau DOM yang sejak 2006 diatur dalam Peraturan Menkeu (PMK) Nomor 3 Tahun 2006, kemudian diperbaiki dalam PMK Nomor 268 Tahun 2014 yang memberikan keleluasaan kepada menteri untuk menggunakan DOM," kata JK saat bersaksi di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Rabu (11/7/2018).

JK menuturkan, keluarnya PMK Nomor 268 Tahun 2014 secara‎ otomatis mencabut PMK Nomor 3 Tahun 2006 itu. Sedangkan dalam PMK Nomor 268 Tahun 2014 disebutkan menteri tidak perlu mempertanggung jawabkan penggunaan DOM secara mendetail.

Suryadharma Ali di KPK (Heru/Okezone)

"Prinsipnya fleksibel dan diskresi artinya tergantung kebijakan menterinya. Begitulah prinsip dari lumpsump dan diskresi, sehingga tidak perlu lagi," terang politikus senior Golkar itu.

Usai sidang, JK mengatakan bahwa Suryadharma Ali hanya menjalankan tugasnya terkait penggunaan DOM. "Ya dalam DOM itu dia menjalankannya sesuai aturan saja," jelas JK.

Sebagaimana diketahui, Suryadharma Ali mengajukan upaya hukum peninjauan kembali atas kasus yang menjeratnya dan mengajukan JK sebagai saksi. Dalam memori PK itu ia mengutip keterangan JK terkait penggunaan dana operasional menteri.

Suryadharma pada 2016 lalu, divonis terbukti menyalahgunakan jabatannya selaku menteri dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2010-2013 dan dalam penggunaan DOM.

Suryadharma dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp300 juta subsider 3 bulan kurungan. Selain itu ia juga diwajibkan membayar uang pengganti sebesar Rp1.821 miliar dan diganjar hukuman tambahan berupa pencabutan hak politik.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini