Para Petinggi Hanura Diminta Bijak Sikapi Situasi di Internal Partai

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 10 Juli 2018 05:06 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 10 337 1920183 para-petinggi-hanura-diminta-bijak-sikapi-situasi-di-internal-partai-hVjPw2Ts75.jpg Ketua Dewan Pembina Hanura Wiranto (Foto: Ist)

JAKARTA - Konflik Partai Hanura kembali berkecamuk menyusul adanya perubahan data kepengurusan Hanura di Sistem Informasi Politik (Sipol) Komisi Pemilihan Umum (KPU). Ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto pun dituding sebagai dalangnya.

Kader Hanura, Agus Zaini meminta semua pimpinan partai agar bisa menyikapi situasi yang terjadi di internal partai dengan bijak. Semua pihak, sambungnya, jangan melampiaskan dendam pribadi ke dalam lingkungan organisasi.

"Sebagai salah satu kader Partai Hanura yang sejak awal ikut merintis partai ini. Saya berharap, agar para pimpinan partai dapat dengan bijak memahami situasi yang saat ini berkembang. Jangan lampiaskan dendam pribadi ke dalam lingkungan organisasi," ujar Agus Zaini, kepada wartawan di Jakarta, Senin 9 Juli 2018.

Hanura

Menurutnya, tuduhan terhadap Wiranto tak berdasar, karena dengan jabatan sebagai Menko Polhukam, bila memanggil jajarannya merupakan hal yang wajar. Wiranto dituduh telah mengintervensi KPU terkait perubahan data kepengurusan tersebut.

"Menuduh Pak Wiranto melakukan intervensi KPU dan memanfaatkan jabatan sebagai Menko Polhukam itu adalah pernyataan keji dan tidak berdasar," tuturnya.

Agus Zaini justru melihat tuduhan terhadap Wiranto mengandung unsur fitnah dan kedangkalan dalam berpikir. Bahkan, ia mensinyalir yang mengandung unsur pribadi.

"Seperti ada rasa dendam terhadap Pak Wiranto. Entah apa yang menyebabkan dia bersikap seperti itu. Apakah memang ada dendam pribadi, atau sekadar ingin cari muka ke bos barunya," ujarnya.

Agus Zaini mengingatkan kepada pihak-pihak yang menuduh Wiranto, seperti Djafar Badjeber untuk mengingat kebaikan Wiranto.

"Djafar harusnya ingat dengan baik bahwa hingga saat ini dia bisa menjabat jadi Komisaris Utama di salah satu BUMN karena support dan rekomendasi dari Pak Wiranto. Jadi aneh, jika Djafar bisa bersikap kasar dan keji terhadap Pak Wiranto," katanya.

Konpers Hanura saat menuding Wiranto dalang konflik partai

Dalam pernyataannya, politisi Hanura, Djafar Badjeber menuding Wiranto sebagai dalang di balik konflik Hanura. Pihaknya menyesalkan karena Wiranto telah mengintervensi, di mana dugaan tersebut muncul saat mau pencalegan, mengundang Menkum HAM, KPU, MA, hingga PTUN.

"Kami agak prihatin dan menyesalkan sikap Pak Wiranto. Konflik yang terjadi di Hanura ini akibat daripada restu dan segala macam dari beliau. Dan sudah 6 bulan sekarang berproses terus, dan beliau masih main di ujung-ujungnya. Pada saat mau pencalegan, masih beliau mengundang Menteri Hukum dan HAM, mengundang KPU, MA, TUN, Ini hancur negeri ini, kalau pemimpin sudah mencampuradukan urusan eksekutif dan yudikatif, maka rusak negara ini," kata Djafar Badjeber.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini