Irwandi Yusuf, Propagandis GAM Jadi Gubernur lalu Ditangkap KPK

Salman Mardira, Okezone · Rabu 04 Juli 2018 13:40 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 04 337 1917731 irwandi-yusuf-propagandis-gam-jadi-gubernur-lalu-ditangkap-kpk-RyF2ThHY8N.jpg Gubernur Aceh Irwandi Yusuf diperiksa KPK di Mapolda Aceh (Irwansyah/Antara)

JAKARTA – Kembali ke singgasana pascamenang di Pilgub Aceh 2017, nasib Gubernur Irwandi Yusuf kini di ujung tanduk. Dia berusuan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diduga terkait korupsi anggaran otonomi khusus.

Jalan hidup Irwandi Yusuf penuh lika-liku. Pernah bergerilya melawan pemerintah Indonesia melalui Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Irwandi akhirnya menjadi bagian dari pejabat RI setelah perang berakhir. Dan Irwandi, sosok berbeda dalam jajaran pemerintahan.

Pria kelahiran Bireun, Aceh 2 Agustus 1960 merupakan dosen di Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh. Pernah mengenyam pendidikan S2 di Oregon State University, Amerika Serikat, Irwandi juga pendiri lembaga konservasi Fauna dan Flora International (FFI).

Saat konflik bersenjata masih berkecamuk di Aceh, Irwandi tak mau jadi penonton. Dia bergabung dalam GAM untuk terlibat dalam perang menuntut keadilan dari pemerintah Indonesia yang dianggap sewenang-wenang di Aceh.

Berbeda dengan prajurit biasa, Irwandi tidak angkat senjata. Dia didapuk sebagai juru propaganda GAM yang tugasnya melancarkan perang urat syaraf dan propaganda kepada musuh. Sesekali masuk hutan, tapi aktivitasnya lebih banyak di Banda Aceh sambil mengajar di Unsyiah.

Irwandi Yusuf di Istana Kepresidenan (Antara)

Irwandi menggunakan banyak nama samaran kala itu di antaranya Teungku Agam, Isnandar, Faseh untuk mengelabui musuh. Maka, meski sering tampil di media, sosoknya tetap “misterius”. Dia menjalin hubungan baik dengan media yang ikut membantu menyembunyikan identitasnya sebagai narasumber.

Karena dianggap orang sangat berbahaya, Irwandi masuk daftar buruan TNI-Polri. Dia pun ditangkap di Jakarta pada 23 September 2003 setelah gagalnya perundingan damai pertama antara RI-GAM yang difasilitasi Henry Dunant Center (HDC). Irwandi kemudian divonis tujuh tahun penjara karena terbukti makar.

Irwandi ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Keudah, Banda Aceh bersama tokoh GAM lain seperti Sofyan Ibrahim Tiba dan para aktivis. Tapi, di balik jeruji besi dia masih bisa melancarkan propaganda.

Bencana tsunami pada 26 Desember 2004 meluluh lantakkan pesisir Aceh. LP Keudah tempat Irwandi ditahan rata dengan tanah. Banyak napi meninggal dunia karena tak bisa keluar saat gelombang pembunuh menerjang, tapi Irwandi selamat. Dia selanjutnya melarikan diri ke Jakarta.

“Saya tidak lari, tapi penjara yang lari dari saya,” kata Irwandi saat menceritakan pengalamannya beberapa waktu lalu.

Irwandi Yusuf bersama istrinya Darwati A Gani (Okezone)

Pasca-tsunami, RI dan GAM sepakat berdamai. Perundingan berlangsung di Helsinki, Finlandia. Irwandi dilibatkan dalam perundingan, tapi dia tak tampil karena statusnya masih narapidana politik kala itu.

Perdamaian Aceh disepakati pada 15 Agustus 2005. Senjata GAM dimusnahkan dan TNI-Polri nonorganik ditarik dari Aceh. Irwandi bersama para tahanan politik lainnya mendapatkan amnesty. Irwandi kemudian dipercaya jadi Kepala Perwakilan GAM di Aceh Monitoring Mission (AMM).

Irwandi menjadi Gubernur Aceh periode 2007-2012 setelah menang dalam Pilkada 2003. Irwandi yang berpasangan dengan Muhammad Nazar menang dalam pilkada langsung pertama di Indonesia itu. Dia juga gubernur pertama yang menang melalui jalur independen.

Periode pertama menjabat gubernur, Irwandi membuat sejumlah kebijakan populis dan fenomenal yang beberapa di antaranya diadopsi daerah lain bahkan nasional. Dia juga menunjukkan gaya kepemimpinan berbeda; merakyat, rajin blusukan, ceplas ceplos, tegas tanpa kompromi, tak suka terikat formalitas dan ke mana-mana nyetir mobil sendiri.

Pada Pilkada 2012, Irwandi kalah dari pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh, partai politik lokal yang dibentuk mantan GAM dan Irwandi terlibat sebagai salah satu pendiri meski belakangan terdepak.

Setelah pecah kongsi dengan Partai Aceh, Irwandi mendirikan Partai Nasional Aceh (PNA). Pada Pilkada Aceh 2017, PNA bersama Partai Demokrat, PKB dan Partai Damai Aceh mengusung Irwandi-Nova Iriansyah dan menang.

Irwandi Yusuf saat mendaftar Pilkada 2017 (Okezone)

Irwandi kembali dilantik jadi gubernur Aceh pada 5 Juli 2017. Baru hampir genap setahun menjabat, pria yang suka menerbangkan pesawat itu akhirnya ditangkap KPK karena diduga menerima suap. (sal)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini