nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kejagung dan BNPT Teken Kerjasama Berantas Terorisme

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Selasa 03 Juli 2018 20:00 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 03 337 1917375 kejagung-dan-bnpt-teken-kerjasama-berantas-terorisme-qkFgSiGhm9.jpg Kejagung dan BNPT teken kerjasama penanggulangan terorisme (Foto: Harits Tryan)

JAKARTA - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI bersama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menjalin kerjasama penanganan terorisme. Adapun nota kesepahaman berupa MOU dibuat untuk membangun sinergi dalam mengoptimalkan tugas penanggulangan terorisme.

"Kegiatan penandatanganan nota kesepahaman dan perjanjian kerjasama BNPT dengan Kejagung ini kita nyatakan penting dan strategis," kata Jaksa Agung HM Prasetyo di Kejagung RI, Blok M, Jakarta Selatan, Selasa (2/7/2018).

Prasetyo melanjutkan, adanya aksi terorisme itu menjadi gangguan dan sangat mengancam ketentraman masyarakat. Apalagi banyaknya aksi teror menjadi sebuah peringatan.

"Sejalan dengan munculnya berbagai aksi teror bahkan dilakukannnya aksi pengeboman dan ancaman terorisme yang datang silih berganti di antaranya telah merusak obyek vital dan strategis lingkungan hidup fasilitas publik juga menimbulkan korban luka bahkan cukup banyak dan mengakibatkan korban meninggal dunia," ucapnya

 Kejagung dan BNPT teken Mou berantas terorisme

Nantinya, kata Prasetyo, bentuk kerjsama itu meliputi berbagai kegiatan untuk saling menunjang tugas pokok dan fungsi masing-masing lembaga.

"Kerjasama ini langkah maju bagi BNPT dan jaksa dalam meningkatkan efisiensi dan sinergisitas, optimalisasi inteleijen melalui pertukaran data dan informasi," ucap Prasetyo.

Sementara, Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan, hasil kerjasama ini sebagai dasar pijakan untuk mensinergikan sebuah penanggulangan terorisme di Indonesia. Agar nantinya, penegakan hukum tindak pidana terorisme dan penyebaran paham radikalisme dapat berjalan optimal.

"Kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Jaksa Agung dan pada pejabat yang telah maju menangani semuanya. Kegiatan ini menjadi bagian upaya kita membangun sinergi yang maksimal, antara BNPT dengan kejaksaan agung," kata Suhardi.

Suhardi melanjutkan, dalam kerjsama itu ada bebarapa poin yang menjadi ruang lingkup. Mulai dari pertukaran data informasi penyebaran terorisme dan penanggulangan terorisme, hingga sosialisasi kepada masyarakat umum terkait pencegahan penyebaran ajaran terorisme juga bakal dilakukan.

"Kemudian penyelenggaraan pengawasan terhadap orang, paham-paham radikalisme, aksi demonstrasi, dan paham terorisme. Bagaimana kita mengamati pengawasan terhadap orang, barang, alat karena sudah ada modus-modus yang canggih pada saat itu," papar dia.

Disisi lain, kerjasama antara BNPT dengan Kejagung juga dilakukan dalam pemberian bantuan hukum, pertimbangan hukum dan tindakan hukum lain di bidang perdata dan tata usaha negara.

"Tidak mudah penegakan hukum ini, pasti ada gejolak, pasti ada resistensi, pasti ada perlawanan. Maka dari itu membutuhkan teman-teman Kejagung, sebagai pengacara negara untuk bisa membantu melaksanakan penegakan hukum secara maksimal," tutur Suhadi.

 Ilustrasi terorisme

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini