nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Periksa Mulyadi, KPK Selisik Aliran Duit E-KTP ke Marzuki Alie

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 16:34 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 07 03 337 1917299 periksa-mulyadi-kpk-selisik-aliran-duit-e-ktp-ke-marzuki-alie-D7xhbgScsj.jpg Mulyadi usai diperiksa KPK (Foto: Puteranegara)

JAKARTA - Anggota DPR RI Mulyadi mengaku dicecar penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya dugaan penerimaan dana proyek pengadaan e-KTP yang mengalir ke mantan Ketua DPR RI Marzuki Alie. Namun, Mulyadi mengklaim tak pernah mendengar dan mengetahui adanya penerimaan uang e-KTP ke Marzuki Alie yang juga koleganya di Partai Demokrat.

"Iya ditanya aja apa pernah mendengar Pak Marzuki terima uang pernah tidak pak? Tidak. Yang terkait e-KTP? Jangankan soal itu terima uang tak pernah dengar," kata Mulyadi usai jalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Selasa (3/7/2018).

 Marzuki Alie

Menurut Mulyadi, saat proyek pengadaan e-KTP bergulir, dirinya merupakan anggota Komisi V DPR RI. Sebab itu, dia berdalih tak mengetahui secara detail proyek yang bergulir di Komisi II DPR RI itu.

"Karena Komisi V tidak terkait program e-KTP. Makanya saya bingung. Kenapa ya, apa mungkin Mulyadi saya atau bukan," dalihnya.

Mulyadi sendiri diperiksa KPK hari ini untuk dimintai keterangannya sebagai saksi untuk tersangka keponakan Setya Novanto yakni Irvanto Hendra Pambudi dan Pengusaha Made Oka Masagung. Namun, Mulyadi menyatakan tak diperiksa seputaran kedua tersangka itu. Melainkan, sambung dia, fokus terhadap adanya aliran dana e-KTP yang masuk ke Marzuki Alie.

"Tidak (ditanya seputar dua tersangka tadi). Hanya itu saja, kan lama karena isi data terus tugas di DPR apa, tugas di Komisi berapa dan pernah dengar tidak soal e-KTP," ucap dia.

Nama Marzuki Alie sendiri sempat disebut menerima uang panas dari kasus korupsi e-KTP dalam dakwaan dua terpidana eks Pejabat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Irman dan Sugiharto. Marzuki disebut-sebut menerima uang sebesar Rp20 miliar terkait e-KTP. Tetapi, hal tersebut dibantah oleh Marzuki.

 KPK

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini