Dedi Mulyadi Beberkan Faktor Kekalahannya di Pilgub Jabar 2018

Bayu Septianto, Okezone · Selasa 03 Juli 2018 01:10 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 03 337 1916939 dedi-mulyadi-beberkan-faktor-kekalahannya-di-pilgub-jabar-2018-ZLemXvmAlN.jpg Dedi Mulyadi (Bayu/Okezone)

JAKARTA - Calon wakil gubernur Jawa Barat nomor urut empat, Dedi Mulyadi membeberkan faktor anjloknya perolehan suara pasangannya di Pemilihan Gubernur Jawa Barat 2018. Salah satunya faktornya adalah kedekatan Deddy Mizwar dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Deddy Mizwar pada Pilgub Jabar 2013 maju bersama Ahmad Heryawan diusung koalisi di antaranya PKS dan Partai Gerindra. Pasangan itu menang. Pada Pilgub Jabar 2018, Deddy Mizwar yang pecah kongsi dengan PKS dan Gerindra maju bersama Dedi Mulyadi, hasilnya kalah.

Meskipun Deddy Mizwar bukan kader PKS dan bahkan saat ini telah menjadi kader Partai Demokrat, namun menurut Dedi Mulyadi sejarah tersebut tetap melekat dan mempengaruhi suaranya di sejumlah daerah.

"Saya dengan pak Deddy Mizwar itu dua irisan yang berbeda. Deddy Mizwar itu kan memiliki sejarah yang cukup dekat dengan Partai Keadilan Sejahtera," jelas Dedi di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

 

Dedi yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat itu mengungkapkan awalnya tim pemenangan berharap mendapatkan suara tinggi di daerah yang menjadi kantung suara dari Deddy Mizwar seperti Depok, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi. Namun, ternyata daerah-daerah tersebut sudah menjadi daerah yang menjadi kantung suara PKS.

Bahkan jelang Pemilihan Presiden 2019, daerah-daerah tersebut, menurut Dedi sudah dimiliki pula Partai Gerindra. Dua partai ini memang pada Pilpres 2019 nanti disebut-sebut akan berkoalisi dan kemungkinan besar mendukung gerakan #2019GantiPresiden.

"Pak Deddy Mizwar dari dulu yang rajin meneriakan berbagai gagasan pemikiran yang memiliki kesepahaman dengan kawan-kawan di Gerindra dan PKS. Sehingga bisa dilihat terjadinya penurunan elektabiliti di Pilkada tersebut dalam satu bulan terakhir," jelas Dedi.

"Dan itu bisa dilihat, TPS (Tempat Pemungutan Suara) Pak Deddy Mizwar sendiri hanya posisi ketiga beliau," lanjutnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini