Ada 69 Kasus Pembunuhan di Luar Hukum oleh Aparat di Papua

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 02 Juli 2018 18:03 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 02 337 1916789 ada-69-kasus-pembunuhan-di-luar-hukum-oleh-aparat-di-papua-QDWrVkAfJp.jpg Amnesty International mencatat ada banyak kasus pembunuhan di

JAKARTA - Amnesty Internasional mengeluarkan laporan terbarunya yang berjudul "Sudah, Kasi Tinggal Dia Mati: Pembunuhan Impunitas Di Papua", terkait investigasi dugaan adanya kekerasan hak asasi manusia yang dilakukan oleh aparat keamanan terhadap masyarakat di sana.

Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menjelaskan, pembunuhan kepada warga sipil oleh aparat keamanan di tanah Papua masih seringkali terjadi. Dalam kurun waktu 2010-2018 saja, setidaknya terdapat 69 kasus dengan 95 orang yang menjadi korban pembunuhan di luar hukum oleh aparat di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Papua merupakan salah satu lubang hitam pelanggaran HAM di Indonesia. Di wilayah ini, pasukan keamanan membunuh wanita, pria dan anak-anak selama bertahun-tahun, tanpa kemungkinan untuk dimintai pertanggungjawaban dalam suatu mekanisme hukum yang independen,” kata Usman Hamid, di Alila Hotel, Pecenongan, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Kata Usman, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berjanji untuk mengutamakan perlindungan hak asasi manusia di Papua, akan tetapi pembunuhan di tanah Papua masih belum berhenti dan terus terjadi.

Ia menceritakan, berdasarkan penelitian, pihaknya menemukan hampir 100 orang telah dibunuh di luar hukum dalam kurun waktu kurang dari delapan tahun, terdiri dari sekitar satu orang setiap bulan.

Adapun, Polisi dan militer menembak mati aktivis kemerdekaan dan pengunjuk rasa yang melakukan aksi protes damai, serta puluhan warga Papua lain yang tak terkait dengan gerakan kemerdekaan.

"Ini adalah noda hitam dalam catatan HAM lndonesia. Sudah saatnya untuk melakukan perbaikan pembunuhan di luar hukum di Papua harus diakhiri," tegasnya.

Selain mengakhiri pembunuhan di luar hukum di tanah Papua, Usman menilai budaya impunitas yang ada di pasukan keamanan harus dihilangkan dan mereka harus bertanggung jawab atas pembunuhan di masa lalu lantaran pihak berwenang gagal meminta pertanggung jawaban pelaku

"Pihak berwenang Indonesia hampir sepenuhnya gagal untuk meminta pertanggungjawaban para pelaku," ucap Usman.

Selain itu, Amnesty Internasional memberikan rekomendasi terhadap pihak berwenang Indonesia untuk memastikan bahwa semua pembunuhan di luar hukum yang diduga dilakukan oleh aparat keamanan diselidiki secara cepat, independen, tidak memihak, dan efektif.

"Pihak berwenang harus mengambil langkah inisiatif untuk menghentikan pembunuhan di luar hukum di Papua termasuk dengan mengeluarkan dan menegakkan instruksi yang sesuai dengan hak asasi manusia kepada TNI dan polisi tentang penggunaan kekuatan, dan memastikan keadilan dan reparasi bagi para korban dan keluarga mereka," tandasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini