nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Akui Kesalahan Pemerintah, Luhut Binsar Minta Sistem Transportasi di Danau Toba Diperbaiki

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 17:43 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 02 337 1916774 akui-kesalahan-pemerintah-luhut-binsar-minta-sistem-transportasi-di-danau-toba-diperbaiki-5ymEwDFget.jpg Menko Maritim, Luhut Binsar Pandjaitan (Foto: Okezone)

MEDAN - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, menyadari sepenuhnya kelalaian pemerintah dalam pengelolaan transportasi di Danau Toba, hingga menyebabkan terjadinya insiden tenggelamnya kapal motor (KM) Sinar Bangun pada 18 Juni 2018 lalu.

Luhut pun memerintahkan agar segera dilakukan perbaikan secara menyeluruh, sehingga kejadian serupa tak terulang lagi. Hal itu dikatakan Luhut saat meninjau Posko SAR di Pelabuhan Tigaras, Simalungun, Sumatera Utara, Senin (2/7/2018) siang.

"Ini lah salah satu proses yang tidak bisa kita hindari, kalaupun ada salah. Saya mengakui ada juga kekurangan kita di sana. Ada regulasi yag dilanggar dalam pengelolaan kapal di Danau Toba," sebut Luhut.

Kedatangan Luhut ke sana ke Tigaras, karena dia ingin menyaksikan langsung bagaimana Tim SAR Gabungan melakukan evakuasi terhadap KM Sinar Bangun yang karam. Luhut juga hadir untuk melakukan aksi tabur bunga, mengenang para korban KM Sinar Bangun tersebut.

"Saya memiliki ikatan emosional. Saya turut berduka cita atas kejadian ini. Mudah mudahan tidak terjadi lagi peristiwa seperti ini," kata Luhut.

Luhut juga menyinggung soal jumlah pelabuhan yang cukup banyak di Danau Toba. Berdasarkan laporan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon, ada 59 pelabuhan yang ada di Danau Toba. Namun sayangnya, luput dari perhatian pemerintah dan masyarakat.

 Foto: Antara

"Ke depan, saya ingin ini ditata dengan baik. Jadi memang kerja sama masyarakat juga untuk lebih disiplin bersama sama kita perlukan," ujarnya.

Saat ini, kata Luhut, pemerintah juga sedang getol membenahi transportasi di Danau Toba. Ada empat kapal feri yang akan dibangun di sana.

"Pada sisi lain kami juga harus mengakui bahwa ada keterlambatan kita dalam membangun feri, walaupun sebenarnya feri yang pertama sudah selesai pada oktober pada tahun ini. Kemudian disusul feri kedua ketiga dan keempat, tapi ternyata kita kalah cepat," pungkasnya.

"Jadi sekarang kita perbaiki. Jadi sekarang harus ada manifest ada kir untuk kapal dan sekarang itu sudah berjalan," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini