Kalah di Pilgub Jabar, Golkar: Ini Kehilangan yang Mahal

Bayu Septianto, Okezone · Senin 02 Juli 2018 17:38 WIB
https: img.okezone.com content 2018 07 02 337 1916770 kalah-di-pilgub-jabar-golkar-ini-kehilangan-yang-mahal-SKjKTmNBUH.jpg Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Foto: Ist)

JAKARTA - Politikus senior Partai Golkar Happy Bone Zulkarnane mengungkapkan partainya akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Jawa Barat, khususnya kekalahan Golkar pada pemilihan gubernur.

Menurut Happy, Jawa Barat merupakan salah satu indikator kemenangan partai pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 mendatang.

"Kita kehilangan Jabar, ini kehilangan mahal sebab Jabar barometer nasional. Siapa pun yang menang di Jabar dulu menang di tingkat nasional. Oleh karena itu, kita harus mengambil langkah-langkah yang tepat dan strategis, jangan sampai terulang lagi," ujar Happy di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (2/7/2018).

 Deddy Mizwar berpelukan dengan pengusungnya akui kekalahan

Salah satu yang akan dievaluasi partainya adalah merebut kembali suara dari pemilih mengambang (swing voters) di Jawa Barat. Pasalnya, suara pemilih ini dianggap terpengaruh oleh gerakan kampanye #2019GantiPresiden yang disuarakan salah satu paslon di Pilgub Jabar.

"Ini kan kalau kita lihat kemrin kejadian kemarin itu swing voters yang dalam keadaan galau bimbang lalu kemudian terpengaruh sementara posisi kita apa namanya mereka yang berada di lapangan kurang mampu bisa meyakinkan (swing voters) sehingga perpindahan terjadi," katanya.

Golkar, lanjut Happy akan berupaya meyakinkan kembali masyarakat untuk memilih Partai Golkar dan memilih Joko Widodo (Jokowi) kembali sebagai presiden pada periode berikutnya.

"Ya kita harus mengantisipasi bukan cuman mewaspadai tapi mengantisipasi. Melihat akar persoalannya dan kemudian memberikan treatmennya apa gitu supaya kemudian pemilih-pemilih terutama yah swing voters dan pemilih Partai Golkar konsisten kokoh dalam pendiriannya," ujarnya.

 Dedi Mulyadi

Sebelumnya, calon wakil gubernur Jabar nomor urut empat, Dedi Mulyadi mengungkapkan, salah satu faktor yang membuat dirinya bersama calon gubernur Deddy Mizwar mengalami kekalahan pada Pilgub Jabar karena adanya kampanye tanda pagar (tagar) #2019GantiPresiden yang beberapa kali dilancarkan paslon nomor urut tiga, Sudrajat-Akhmad Syaikhu.

Pasangan yang diusung Partai Gerindra, Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, menurut Dedi gencar mengampanyekan tagar tersebut jelang pemilihan.

"Kan saya sudah sampaikan bahwa #GantiPresiden itu sangat mempengaruhi terhadap perolehan suara di Pemilihan Gubernur Jawa Barat," jelas Dedi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini