nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pilkada Tertunda, Polri-TNI Tambah Personel di Paniai Papua

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 02 Juli 2018 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 07 02 337 1916645 pilkada-tertunda-polri-tni-tambah-personel-di-paniai-papua-98SsqHplrJ.jpg Ilustrasi

JAKARTA - Kapolri Jenderal Tito Karnavian bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto akan menambah kekuatan personel untuk membantu mengamankan proses Pilkada di Paniai, Papua yang sempat tertunda.

Pilkada di Paniai, Papua sendiri harus ditunda dari jadwal pemilihan serentak pada 27 Juni 2018 lalu, lantaran faktor keamanan dan distribusi logistik.

"Polri dan TNI akan berikan pengaman maksimal. Bila perlu berapa banyak pasukan yang dibutuhkan akan kami kirim," kata Tito di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (2/7/2018).

Selain keamanan, Tito mengungkap bahwa alasan ditundanya Pilkada di Paniai lantaran adanya perbedaan pendapat antara pihak KPU kabupaten dan Panitia Pengawas (Panwas) Pilkada kabupaten.

"KPU Kabupaten, memutuskan cukup 1 calon sementara lain digugurkan. Sementaa Panwas dua termasuk petahana. Ini deadlock sehingga diambil alih KPU dan Panwaslu Provinsi," ujar Tito.

Pilkada Paniai sendiri diikuti dua pasangan calon yakni Meki Nawipa-Oktopianus Gobay dan Hengki Kayame-Yeheskiel Teneuyo. Namun, hal tersebut tetap mendapatkan protes dari pihak KPU Kabupaten Paniai.

Dengan adanya protes itu, Tito menyatakan telah menghubungi Ketua KPU dan Bawaslu Republik Indonesia untuk memberikan solusi terkait Pilkada di Paniai.

"Oleh karena itu karena sudah seperti ini saya minta semua tetap berdialog sesuai dasar masing-masing. Apapun keputusannya apa itu satu pasangan dua paslon sepanjang itu sudah keputusan tegas dari pihak tadi. Karena demokrasi jadi sangat penting dan tidak boleh kalah dengan kekerasan," papar Tito.

(Baca Juga: 2 Kabupaten di Papua Batal Laksanakan Pilkada Serentak)

Sementara itu, Polri dan TNI juga sudah menambah jajarannya di Nduga, Papua yang juga tertunda pelaksanaannya. Menurut Tito, proses pelaksanaan di Nduga sudah siap untuk dilaksanakan.

"Karena jalur udara agak sulit kami gunakan jalur laut (kirim pasukan ke Nduga). Dan Alhamdulillah semua proses Pilkada di Nduga sudah selsai 100 persen," tutup Tito.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini