nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mata Kiri Novel Baswedan Kembali Dioperasi Kemarin

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 29 Juni 2018 14:38 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 29 337 1915668 mata-kiri-novel-baswedan-kembali-dioperasi-kemarin-WgAlBZ6PZW.jpeg Novel Baswedan

JAKARTA - Tim dokter di Singapura kembali melakukan operasi terhadap mata kiri penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), ‎Novel Baswedan. Namun, operasi terhadap mata kiri Novel dalam skala kecil.

"Kemarin dilakukan operasi kecil pada mata kiri dan pemeriksaan kesehatan terhadap Penyidik KPK, Novel Baswedan di Singapura," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (29/6/2018).

Febri menambahkan, berdasarkan dari hasil laporan, Novel dalam beberapa hari terakhir sempat mengeluhkan ‎permasalahan di mata kirinya. Novel mengalami penurunan penglihatan atau jarak pandang terhadap mata kirinya.

"Setelah dilakukan pemeriksaan, diketahui bahwa penyebab yang menghalangi penglihatan mata NB (Novel Baswedan) adalah karena tumbuhnya selaput pada bagian gusi yg terpasang pada mata kiri tersebut," sambungnya.

Pertumbuhan selaput itu, kata Febri, menutupi lensa buatan yang terpasang di mata kiri Novel. Atas dasar itulah, tim dokter memutuskan untuk melakukan operasi kecil terhadap mata kiri Novel Baswedan.

"Hasil operasi cukup baik, Novel merasa penglihatannya menjadi lebih baik dan visi penglihatan mata kiri tsb menjadi lebih luas dari sebelumnya," terang Febri.

Kata Febri, pemeriksaan lanjutan terhadap Novel akan kembali dilakukan pada pekan depan. Hingga kini, Novel belum dapat kembali bekerja di KPK hingga 28 Juli 2018.

"Dari surat keterangan yang diberikan dokter, ditulis "is unfit for duty". maka Novel belum bisa bekerja karena masih harus istirahat selama 31 hari, sampai dengan 28 Juli 2018," pungkasnya.

Sekadar informasi, Novel disiram air keras oleh orang tak dikenal di dekat rumahnya, kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara, pada 11 April 2017. Akibat peristiwa itu, kedua mata Novel mengalami kerusakan parah bahkan hampir buta. Novel pun harus menjalani operasi di Singapura selama satu tahun

Namun, hingga Novel kembali ke Indonesia, pihak kepolisian yang menangani kasus ini belum mampu menangkap pelaku atau pun otak di balik penyerangan. Padahal, sketsa terduga pelaku sudah disebar dan pemeriksaan puluhan saksi sudah dilakukan.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini