nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istana Bantah Jokowi Perintahkan Airlangga untuk Menangkan Khofifah

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 26 Juni 2018 20:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 26 337 1914320 istana-bantah-jokowi-perintahkan-airlangga-untuk-menangkan-khofifah-vs8kb4uraR.jpg Jokowi dan Airlangga. (Foto: Antara)

JAKARATA - Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung membantah klaim Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartanto yang mengaku diperintahkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak di Pilgub Jawa Timur.

Pramono bersama Mensesneg Pratikno telah bertemu Kepala Negara untuk mengklarifikasi pernyataan Airlangga tersebut.

"Saya dengan Presiden dan Mensesneg ingin mengklarifikasi apa yang disampaikan oleh salah satu ketua umum partai di mana Presiden sebagai kepala negara, kepala pemerintahan menugaskan kepada Ketum Golkar untuk memenangkan Ibu Khofifah, itu sama sekali tidak benar," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (26/6/2018).

Pramono memastikan tidak pernah ada tugas yang diberikan Presiden Jokowi untuk memenangkan Khofifah-Emil dalam PIlgub Jatim. Pasalnya, Jokowi sebagai Kepala Negara harus netral.

"Tidak pernah ada penugasan oleh Presiden kepada siapapun karena Presiden harus netral. Sekali lagi Presiden harus netral walaupun secara pribadi tentunya Presiden mempunyai kedekatan dengan keluarga Bung Karno," terangnya.

Jokowi

Pramono melanjutkan bahwa selama ini pertemuannya dengan Djarot Saiful Hidayat yang mencalonkan diri sebagai Cagub di Sumut, Puti Guntur Soekarno, dan Ganjar Pranowo yang berkontestasi di Pilgub Jatim hanya sebatas kapasitasnya pribadi.

"Itu adalah kedekatan pribadi dan pertemuan Presiden misal dengan Mbak Puti, Pak Djarot, dan Pak Ganjar itu sebagai kapasitas Presiden pribadi," tandasnya.

Sebelumnya, dalam kampanye terakhirnya di Pilgub Jatim, Airlangga mengaku mendapat arahan langsung dari Presiden Jokowi untuk memenangkan Khofifah. "Saya ditugaskan beliau (Presiden Jokowi) bersama Pak Oesman Sapta Odang untuk memenangkan Ibu Khofifah, dan itu yang kami pegang," kata Airlangga.

Ia mengatakan arahan Jokowi bukan tanpa alasan. Meski Jokowi adalah kader PDIP, namun arahan pemenangan Pilkada Jawa Timur justru ditujukan untuk Khofifah. Sebab, untuk memilih pemimpin bukan semata didasarkan atas kesamaan partai, melainkan berdasarkan hati dan kelayakan dan kedekatan.

Pilgub Jatim 2018: Khofifah Dapat Nomor Urut 1, Gus Ipul Nomor 2

"Ibu Khofifah dulu yang membantu Pak Jokowi saat pencalonan dalam Pilpres. Bukan hanya pilpres, tapi saat pemerintahan, Bu Khofifah membantu Pak Presiden menjalankan pemerintahan, kalau soal kedekatan tak perlu diragukan lagi. Dan memilih pemimpin itu hari nurani, bukan hanya dari kepartaian," kata Airlangga.

Lantaran sudah mendapatkan mandat khusus dari Jokowi, Airlangga mengaku Partai Golkar all out melakukan proses pemenangan Khofifah Emil. Salah satunya di momen krusial ini mereka menyiapkan saksi di setiap TPS yang ada.

Hal senada juga disampaikan Ketum Hanura Oesman Sapta Odang atau yang akrab disapa Oso yang menyatakan bahwa atas dasar arahan Presiden Jokowi yang menyatukan gerakan untuk membawa kemenangan pada Khofifah-Emil.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini