nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pelaksanaan Pilkada Serentak Dibayangi Aksi Terorisme

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Senin 25 Juni 2018 06:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 25 337 1913465 pelaksanaan-pilkada-serentak-dibayangi-aksi-terorisme-x0LIgDNxDu.jpg Foto Ilustrasi Okezone

JAKARTA - Pusat Lembaga Kajian Kepolisian (Lemkapi) menyatakan bahwa pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 dibayang-bayangi oleh gerakan aksi terorisme.

Temuan itu lantaran, dalam dua hari terakhir Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror melakukan penangkapan terhadap terduga terorisme di Subang dan Depok, Jawa Barat. Empat orang diciduk polisi, tiga diantaranya harus meninggal dunia karena ditembak petugas.

Dari penangkapan itu, diduga kuat bahwa pelaku ingin melancarkan aksi amaliyah saat pelaksanaan pesta demokrasi lima tahunan itu berlangsung.

"Dalam penelitian kami pilkada dibayangi aksi terorisme," kata Direktur Eksekutif Lemkapi Edi Hasibuan kepada Okezone, Jakarta, Senin (25/6/2018).

 Terorisme

Dengan adanya temuan itu, Edi mengimbau kepada aparat kepolisian untuk lebih melakukan pengawasan dan penjagaan ketat saat berlangsungnya Pilkada 2018.

"Polisi Dan TNI waspada.masyarakat jika melihat ada mencurigakan segera lapor polisi," imbuh dia.

Edi menekankan, jumlah personel kepolisian harus disebar diseluruh wilayah yang berpotensi terjadinya serangan teror. Menurutnya, pelaku teror akan beraksi saat polisi sedang lengah.

"Kemungkinan masih menjadi kan anggota (Polri) dan markas jadi sasaran (teror)," ucap Edi.

Pada Jumat 22 Juni 2018, Tim Densus 88 melakukan penangkapan terhadap seorang terduga teroris berinisial M di jalan E. Tirtapraja Pamanukan, dekat Gereja Bethel Indonesia, Subang, Jawa Barat. Polisi harus menembak M lantaran melawan saat ditangkap.

 Pilkada

Kemudian, Sabtu 23 Juni kemarin, Tim Densus 88 Antiteror melakukan operasi penangkapan terhadap terduga teroris di Kota Depok, Jawa Barat. Dalam kegiatan itu, aparat menangkap tiga orang yang diduga akan melancarkan aksi terornya.

Ketiga terduga teroris itu ditangkap di dua lokasi berbeda, untuk penangkapan pertama terjadi di kawasan Mekar Jaya, Sukmajaya Depok, Jawa Barat. Dalam penangkapan itu aparat mengamankan terduga teroris berinisial MM.

Sedangkan tempat kedua, Densus 88 melakukan penangkapan di Jalan Tole Iskandar, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat. Operasi penangkapan itu sempat diwarnai baku tembak antara Densus dengan terduga teroris AS dan AZW Alias MRS.

Karena dinilai membahayakan aparat, Tim Densus 88 Antiteror akhirnya menembak mati kedua teroris tersebut ketika mengendarai sepeda motor. Kedua teroris tersebut akhirnya meninggal dunia dan dibawa ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini