nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Usai Divonis Mati, Aman Abdurahman Ingin Segera Dieksekusi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 15:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 06 22 337 1912757 usai-divonis-mati-aman-abdurahman-ingin-segera-dieksekusi-WQxzV1bl8u.jpg Aman Abdurahman (foto: Antara)

JAKARTA - Terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman, menyampaikan pesan kepada penasihat hukumnya agar segera dipindahkan dari Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, usai divonis hukuman mati.

"Kalau pesan ustad Oman kepada saya sebelum sidang ini, kalau sudah vonis tolong saya diurus secepatnya dieksekusi apakah mau pindah atau gimana, yang jelas itu urusannya eksekusi dilaksanakan secepatnya terutama pindah dari Mako Brimob," kata Penasihat Hukum Aman, Asludin Hatjani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Asludin tak mengetahui secara pasti, apa alasan permintaan Aman Abdurahman untuk segera dipindahkan dari Mako Brimob. Menurutnya, hal itu merupakan pesan kliennya kepada dirinya setelah mendengar vonis hakim.

"Apakah pindah atau mau bagaimana yang jelas putusannya itu eksekusi dilaksanakan secepatnya, itu pesannya. Terutama pindah dari Mako Brimob," tutur dia.

 Aman

Sementara itu, Asludin menilai bahwa putusan mati dari Majelis Hakim terlalu dipaksakan. Dia mengklaim, dalam vonis tersebut tidak ditemukan adanya keterlibatan secara langsung peran Aman Abdurahman dalam rentetan teror di Indonesia.

"Tadi saya katakan bahwa satu-satunya yang bisa menghubungkan Ustad Oman dengan bom Thamrin dan lain-lain, itu adalah pesan yang disampaikan oleh Ustad Aman kepada Abugar, pesan itu bukan pesan dari Ustad Oman tapi pesan dari Syekh Adnani juru bicara ISIS untuk melakukan amaliyah seperti di Prancis," papar dia.

 Aman

Dalam putusannya, Ketua Majelis Hakim Akhmad Jaini menjatuhkan vonis sesuai dengan tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU), yang meminta agar Aman Abdurahman dijatuhi hukuman mati.

Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Selain itu, Aman juga disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

 

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini