nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Hormati Gugatan Presidential Threshold ke MK

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 14:11 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 22 337 1912722 jokowi-hormati-gugatan-presidential-threshold-ke-mk-tXbGXVUgBc.jpg Presiden Jokowi

JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menghormati adanya pihak yang kembali berupaya menggugat ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen pada Pilpres 2019.

Front Pembela Rakyat (FPR) diketahui mendaftarkan gugatan atau uji materi Pasal 222 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang syarat Presidential Threshold ke Mahkamah Konstitusi (MK) di waktu "injury time" lantaran tahapan Pilpres 2019 akan segera dimulai pada Agustus 2018.

Jokowi mempersilakan semua pihak untuk melakukan uji materi pasal tersebut, sehingga Pemilu 2019 dapat berlangsung secara adil dan demokratis.

"Ya kita harus menghormati hukum, dari masyarakat untuk mengajukan uji materi kepada MK. Saya kira dipersilakan," kata Jokowi, Kamis (21/6/2018).

Sebelumnya, Panglima Front Pembela Rakyat (FPR) Nugroho Prasetyo memastikan tidak akan mempermasalahkan mepetnya waktu pendaftaran gugatan menjelang proses awal tahapan Pemilu 2019. Sebab, kata Nugroho, pihaknya telah berjuang untuk menegakkan proses demokrasi.

Presiden Joko Widodo (Antara)

"Kalau dipikir, logika kita yang masih waras menilai presidential threshold (PT) 20 persen tidak berkeadilan," terangnya, kemarin.

Ia menjelaskan, ambang batas 20 persen dalam pencalonkan presiden sama halnya dengan membunuh demokrasi. Sebab itu, demi menciptakan iklim pertarungan politik yang sehat pada Pemilu 2019, Nugroho mengajukan gugatan agar PT menjadi 0 persen.

"Saya merasa juga ada upaya menggiring ke calon tunggal. Ini bagi saya tidak sehat untuk demokrasi, maka saya beranikan diri (melakukan gugatan)," ungkapnya.

(Baca Juga : Pasal Presidential Threshold 20 Persen Kembali Digugat di "Injury Time")

Nugroho sendiri berencana mencalonkan diri sebagai presiden 2019. Namun, ambisinya tersebut terganjal oleh PT 20 persen. Sehingga, bila gugatannya dikabulkan, ia akan resmi mendeklarasikan diri sebagai capres 2019.

(Baca Juga : Presidential Threshold 20 Persen Diyakini Tak Akan Bungkam Hak Siapapun)

"Saya punya hak hukum serta ada salah satu parpol dari 16 parpol yang siap memberikan rekomendasi kepada saya. Sekarang ini belum bisa kan terbentur PT," katanya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini