nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Divonis Hukuman Mati, Aman Abdurrahman Tak Ajukan Banding

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 13:48 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 22 337 1912710 divonis-hukuman-mati-aman-abdurrahman-tak-ajukan-banding-gZ9aw8iwmN.jpg Aman Abdurrahman. (Foto: Antara)

JAKARTA – Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman menyatakan siap menjalani vonis hukuman mati dari Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dalam kasus aksi teror bom Thamrin.

Menurut Penasihat Hukum Aman, Asludin Hatjani, kliennya itu kemungkinan besar tidak akan mengajukan banding atas putusan maksimal dari Majelis Hakim.

"Bahwa dia menyatakan melepas diri berarti tidak banding dan dia tidak menerima dan menolak itu bahasanya melepas diri bahasanya mereka ini," kata Asludin usai sidang vonis di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2018).

Putusan mati oleh Majelis Hakim ini seakan mengamini keinginan dari Aman Abdurahman. Pasalnya, saat mengajukan pleidoi atau nota pembelaan, dia mempersilakan kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan vonis mati terhadapnya.

Dalam sidang 25 Mei 2018 lalu, menurut Aman, prinsip tauhid yang dipegang olehnya bukan untuk digadaikan kepada dunia yang fana. Tetapi, kata dia, pegangan yang harus diperjuangkan dan dianut sampai mati.

"Mau vonis seumur hidup silakan atau kalian vonis mati silakan juga. Jangan ragu atau berat hati. Tidak ada sedikit pun saya gentar dan rasa takut dalam hati saya dengan hukuman zalim kalian ini," tutur Aman saat membacakan pleidoi di kursi pesakitan kala itu.

Sidang Aman Abdurrahman. (Foto: Harits Tryan Akhmad/Okezone)

Di sisi lain, Asludin sebagai pengacara menyatakan sikap berbeda dengan Aman Abdurahman. Dia menyampaikan kepada Majelis Hakim akan pikir-pikir terlebih dahulu untuk mengajukan banding atas putusan mati tersebut.

Mengingat, sambung Asludin, pihaknya tidak sepakat dengan pertimbangan hakim yang menyatakan, Aman Abdurahman terlibat dalam beberapa aksi teror yang terjadi di Indonesia.

Namun, Asludin tetap akan melakukan konsultasi dengan Aman terkait dengan pengajuan banding. Menurutnya, semua keputusan berada di tangan petinggi kelompok Jamaah Ansharut Daulah (JAD) tersebut.

"Kalau saya tadi menyatakan pikir-pikir, tapi kalau beliau (Aman) tadi dia nolak makanya saya konsultasi. Dia lambaikan tangan tadi, tapi saya tetap konsultasi nanti tetap Ustadz Aman apakah banding atau tidak. Kalau beliau tidak saya tidak banding," papar dia.

Terkait sikap Aman yang tidak akan mengajukan banding, Asludin menolak bahwa kliennya itu disebut pasrah menerima vonis Hakim. Menurut Asludin, hal itu disebabkan, Aman Abdurahman dalam ajarannya tidak mengakui proses hukum yang berlaku di Indonesia.

"Bukan pasrah, dia tidak mengakui adanya persidangan. Masalahnya dia menerima saja, tidak menerima dan tidak menolak mau di apa saja silahkan," ungkap Asludin.

Usai divonis, Aman Abdurahman sendiri sempat melakukan sujud syukur dimuka persidangan dan melambaikan tangan sebelum dibawa ke sel khusus oleh aparat kepolisian yang menjaga ketat.

Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.

(Baca Juga : Aman Abdurrahman Sujud Syukur Usai Divonis Mati)

Selain itu, Aman juga disangka melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

(Baca Juga : Aman Abdurahman Divonis Hukuman Mati)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini