nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Wartawan Dilarang Meliput di Dalam Ruangan Sidang Vonis Aman Abdurahman

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 22 Juni 2018 09:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 22 337 1912603 wartawan-dilarang-meliput-di-dalam-ruangan-sidang-vonis-aman-abdurahman-SbWVWd0aW8.jpg Wartawan tak diperbolehkan meliputan secara langsung sidang vonis Aman Abdurahman (Foto: Putera/Okezone)

JAKARTA - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan membuka sidang vonis terdakwa kasus bom Tahmrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman.

Berdasarkan pantauan Okezone di lokasi, Jumat (22/6/2018), setelah sidang putusan ini dimulai awak media pun dilarang untuk mengambil gambar dan media televisi pun tidak diperkenankan melakukan siaran secara langsung.

Awak media dilarang membawa peralatan peliputan apapun apabila ingin berada di dalam ruang sidang. Para wartawan diminta untuk meninggalkan alat komunikasi, kamera dan perekam suara apabila hendak masuk ke ruang sidang utama tersebut. Alhasil, awak media pun kecewa.

(Baca Juga: 450 Personel Polisi Jaga Ketat Sidang Vonis Aman Abdurahman)

Terkait pelarangan ini, Kapolres Metro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar menjelaskan, pembatasan kerja awak media ini merujuk pada surat edaran yang dikeluarkan Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).

KPI sendiri mengeluarkan edaran untuk tidak menyiarkan secara langsung untuk sidang kasus tindak pidana terorisme. Pasalnya, dapat menimbulkan ketakutan dan efek lainnya.

"Arahan KPI sudah cukup jelas, pertama demi kewibawaan majelis itu sendiri, kedua demi keamanan dari pada perangkat persidangan termasuk saksi, yang ketiga untuk menghindari menyebarnya ideologi," kaya Indra di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jalan Ampera Raya.

Meski sidang terbuka, Indra menjelaskan, media hanya diperkenankan berada di dalam ruang sidang hanya beberapa menit sebelum sidang dimulai dan beberapa menit sebelum sidang berakhir.

Indra kembali mengatakan, selama persidangan berlangsung, media hanya dibolehkan berada di lobi Pengadilan.

"Tiga menit sebelum sidang dimulai boleh masuk, sebelum pembacaan amar putusan juga kan ada break (jeda), nanti masuk lagi," tutur Indra.

Dalam kasus ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kepada Majelis Hakim untuk menjatuhkan hukuman mati kepada Aman Abdurahman. Pasalnya, Aman dinilai telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.

(aky)

Berita Terkait

Sidang Teroris Bom Sarinah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini