nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Survei Indo Barometer: Elektabilitas Jokowi Ungguli Prabowo di Jabar dan Jateng

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 20 Juni 2018 21:22 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 20 337 1912068 survei-indo-barometer-elektabilitas-jokowi-ungguli-prabowo-di-jabar-dan-jateng-YbEXLrKrow.jpg

JAKARTA - Menjelang kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019, lembaga survei Indo Barometer kembali melakukan pengumpulan data perolehan suara sementara kepada beberapa sosok Calon Presiden.‎ Dari beberapa pengumpulan data di Jawa Barat dan Jawa Tengah, Joko Widodo (Jokowi) memiliki suara paling tinggi.

Di wilayah Jawa Barat, Jokowi mendapat ‎perolehan suara tertinggi sebesar 33,6 persen yang kemudian disusul oleh Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto dengan hasil 22,8 persen. Tak hanya dua nama tersebut, Jenderal Gatot Nurmantyo ternyata cukup diminati oleh masyarakt Jabar dengan perolehan suara 1,5 persen.

Kemudian, nama Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo ternyata juga masuk sebagai sosok Capres yang diminati warga Jabar. Hary Tanoesoedibjo memperoleh suara sebanyak 0,5 persen. Disusul Ketua DPD RI, Oesman Sapta Odang sebanyak 0,4 persen. Sedangkan yang tidak memilih berjumlah 40,6 persen.

"Karena ini masuk tahun politik, kita survei juga untuk calon presiden. Dari pertanyaan terbuka, nama calon presiden yang banyak dipilih di Provinsi Jawa Barat adalah Joko Widodo 33,6 persen. Kemudian Prabowo Subianto 22,8 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer, M Qodari di kawasan Senayan, Jakarta, Rabu (20/6/2018).

Bukan hanya di Jawa Barat, elektabilitas Jokowi juga unggul di daerah Jawa Tengah. ‎Berdasarkan hasil survei, Mantan Wali Kota Solo itu mendapat suara sebanyak 71 persen, diikuti Prabowo 11,6 persen, Anies 0,6 persen, AHY 0,5 persen, Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono 0,4 persen, dan nama lainnya 1,3 persen. Sementara tidak menjawab 14,6 persen.

Survei terhadap elektabilitas Capres 2019 sendiri dilakukan Indo Barometer sejak tanggal 7 sampai 13 Juni 2018. Survei tersebut dilakukan terhadap 1.200 responden yang tersebar di 27 kabupaten/kota Jawa Barat dan 800 responden yang tersebar di 35 kabupaten/kota seluruh Jawa Tengah.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini