Saksi Pemohon PK Anas Ngaku Tak Pernah Berikan Uang dan Mobil Harier

Puteranegara Batubara, Okezone · Jum'at 08 Juni 2018 20:56 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 08 337 1908455 saksi-pemohon-pk-anas-ngaku-tak-pernah-berikan-uang-dan-mobil-harier-Rt4gjHWRoY.jpg Anas Urbaningrum (foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Direktur Operasional PT Wika Teuku Bagus M Nuh mengaku tak pernah memberi uang dan mobil Toyota Harier kepada Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Hal tersebut disampaikan Teuku Bagus saat dihadirkan sebagai saksi pemohon dalam sidang Peninjauan Kembali (PK) Anas Urbaningrum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jumat (8/6/2018).

"Saudara Munadi Herlambang adalah putra bapak Mukayat, Deputi BUMN. Menurut kesaksian Mudadi Herlambang katanya untuk saudara Anas Urbaningrum dan kami tak pernah mengecek pasti. Karena status Munadi Herlambang yang putra Deputi Kementerian Negara Bidang Logistik dan Infratruktur, bukan karena saudara Anas Urbaningrum yang tidak kami kenal," papar Teuku dalam persidangan.

Anas UrbaningrumAnas Urbaningrum (foto: Okezone)

Bahkan, Teuku menyatakan tidak mengenal sosok Anas Urbaningrum. Dia menyebut tidak pernah bertemu dengan Anas sampai dengan disidangkan perkara.

Selain itu, Teuku juga mengaku tidak pernah memberi Anas dalam rangka kongres partai Demokrat. Tetapi ia memberi kepada seseorang bernama Munadi Herlambang. 

(Baca Juga: Anas Urbaningrum Ajukan PK Kasus Korupsi Hambalang)

"Saudara Anas Urbaningrum bukan yang meminta dan bukan penerima. Yang meminta dan menerima adalah Munadi Herlambang. Itulah fakta yang sesungguhnya," tutur dia.

Teuku Bagus sendiri saat ini sedang menjalani masa hukuman di Lapas Sukamiskin. Dalam sidang-sidang sebelumnya, Teuku membenarkan dakwaan jaksa bahwa Anas ikut meminta jatah proyek Hambalang.

Pemberian uang ini supaya Adhi Karya mengerjakan proyek bernilai Rp 2,5 triliun di Bukit Hambalang dan digunakan sebagai biaya Kongres Partai Demokrat pada 2010 di Bandung, Jawa Barat.

Sementara itu, untuk proses hukum Anas Sendiri, Mahkamah Agung ‎(MA) memperberat enam tahun pidana penjara untuk Anas di tingkat kasasi. Dia divonis menjadi 14 tahun penjara dari yang semula hanya 8 tahun bui.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini