nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

DPR Minta Kepolisian Basmi Pornografi Secara Radikal

Bayu Septianto, Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 19:10 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 08 337 1908416 dpr-minta-kepolisian-basmi-pornografi-secara-radikal-cyCLp6K10b.jpg Ilustrasi Pornografi (foto: Neowin)

JAKARTA - Bareskrim Polri berhasil membongkar situs www.l***r.org. Situs tersebut memuat dan menyebarluaskan konten pornografi berupa tulisan cerita dewasa, gambar, dan video porno. Tak hanya itu saja, situs tersebut juga memasang iklan berisi penawaran penggunaan jasa pekerja seks komersial.

Menanggapi pengungkapan kasus ini, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta kepolisian untuk mengungkap kejahatan ini sampai ke akar-akarnya. Tak hanya soal keberadaan situs tersebut yang melanggar Undang Undang nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, menurut Ace perdagangan manusia seperti prostitusi online juga harus dibongkar.

"Jadi ya memang polisi harus ungkap sampe ke akar-akarnya prostitusi online tersebut. Itu termasuk kejahatan yang harus diberantas, apalagi itu sudah sampai berlangsung lama," ucap Ace saat dihubungi Okezone, Jumat (8/6/2018).

Ilustrasi Pornografi

Ace bahkan meminta kepolisian untuk lebih radikal dalam memberantas aksi-aksi pornografi yang melanggar aturan. Adanya Direktorat Tindak Pidana Siber yany dimiliki Bareskrim Polri, lanjut Ace harus bisa membasmi seluruh situs dengan konten-konten pornografi serta adanya perdagangan manusia melalui prostitusi online.

"Menurut saya memang kepolisian harus lebih intensifkan, harus radikal, lebih kuat untuk intensifkan cyber crime nya terutama penggunaan internet untuj pornografi. itu kan sebetulnya bisa dideteksi kerjasama dengan Kemenkominfo," jelasnya.

Setelah beberapa lama beroperasi akhirnya situs itu terbongkar dan polisi menangkap pembuat dan pengelola. Diantaranya NMH diringkus dikediamannya di Perumahan Manggar Permai, Kelurahan Tegal Sari, Kecamatan Ambulu, Jember, Jawa Timur pada 25 Mei dan EDL di Jakarta pada Rabu 30 Mei lalu.

Ilustrasi Pornografi

NMH dijerat pasal Tindak Pidana Pencucian Uang dan atau Tindak Pidana perdagangan orang, Pornografi dan atau Tindak Pidana ITE dengan sanksi hukuman penjara paling lama 20 tahun dan denda paling banyak Rp10 Miliar.

Sedangkan EDL dikenai pasal Tindak Pidana Perdagangan Orang, Pomograti dan Tindak Pidana lnformasi dan ITE dengan snksi hukuman penjara paling lama 15 tahun dan denda paling banyak Rp6 Miliar.

(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini