nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Temui Jokowi, Komnas HAM Harap Penyelidikan Kasus HAM Berat Ditindaklanjuti

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 08 Juni 2018 16:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 06 08 337 1908335 temui-jokowi-komnas-ham-harap-penyelidikan-kasus-ham-berat-ditindaklanjuti-mkeaEcaOss.jpg Ketua Komnas HAM, Ahmad Taufik Damanik. (Foto: Antara)

JAKARTA – Pengurus Komisi Nasional (Komnas) HAM menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam kesempatan itu, mereka meminta pemerintah menindaklanjuti penyelidikan kasus HAM berat masa lalu.

"Yang paling utama yang kita bicarakan adalah soal bagaimana penyelesaian pelanggaran HAM berat yang sudah selama ini diselidiki Komnas HAM, dan berkas penyelidikannya sudah disampaikan kepada Kejaksaan Agung," kata Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (8/6/2018).

Taufan mengapresiasi langkah Presiden Jokowi yang menerima keluarga korban pelanggaran HAM berat di masa lalu di Istana. Menurut dia, langkah tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada korban yang biasa menggelar aksi kamisan di taman pandang seberang Istana Merdeka.

Lebih jauh, Taufan meminta pemerintah tidak melupakan kasus tersebut. Ia meminta Kepala Negara memerintahkan Jaksa Agung M Prasetyo untuk menindaklanjuti temuan Komnas HAM.

Bukti Baru untuk Komnas HAM, Penemuan Kuburan Massal di Grobogan Purwodadi

"Kita mintakan untuk segera menindaklanjuti hasil penyelidikan yang sudah dilakukan Komnas HAM. Nah setelah itu baru kemudian memutuskan langkah-langkah apa yang harus diambil oleh pihak Kejaksaan Agung," tutur dia.

Ia menjelaskan, terdapat ada enam kasus pelanggaran HAM berat di masa lalu yang telah menjadi perhatian khusus Komnas HAM. Kasus tersebut yakni tragedi 1965-1966, peristiwa Talangsari, penembakan misterius (petrus), peristiwa Semanggi I dan II, serta penghilangan paksa para aktivis.

(Baca Juga : Soal Kasus HAM, Perintah Jokowi ke Jaksa Agung Sebuah Langkah Maju)

Sementara pada sekitar tahun 2000 ada kasus Wamen, Wasior dan jambu kepok di Aceh. Menurut dia, setiap kasus memiliki tipologi yang berbeda-beda. Taufan meminta Presiden Jokowi memerintahkan Jaksa Agung untuk memilih penyelesaian kasus ini berdasarkan tipologinya.

(Baca Juga : Jokowi Perintah Usut Kasus HAM Masa Lalu, Jaksa Agung: Itu Bukan PR Kejagung)

"Tapi tadi ada pembicaraan untuk bisa mulai dari beberapa kasus yang setelah tahun 2000," tandasnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini