nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hingga Mei 2018, 13 Kapal Asing Pencuri Ikan Ditangkap Polisi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Selasa 05 Juni 2018 02:06 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 06 04 337 1906564 hingga-mei-2018-13-kapal-asing-pencuri-ikan-ditangkap-polisi-WUpJxcd1IY.jpg Keempat kapal Vietnam diduga lakukan illegal fishing bersandar di dermaga bongkar muat Pelabuhan Batu Ampar, Batam, Kepulauan Riau, Senin (19/3/2018). (Ilustrasi, Foto: Aini Lestari/Okezone)

JAKARTA – Sepanjang 2018 per Januari hingga Mei, Ditpolair Baharkam Polri telah menangkap 13 kapal asing yang melakukan pencurian ikan di perairan Indonesia. Mayoritas kapal-kapal tersebut berbendera Vietnam dan Malaysia.

"Itu terjadi di wilayah sekitar ZEEI, di Aceh, Kepri, Riau, dan Kaltim," kata Dirpolair Korpolairud Barhakam Polri Brigjen Lotharia Latif di kantornya, Senin (4/6/2018).

Selain pencurian ikan, aparat kepolisian juga menangkap sejumlah kapal yang menggunakan bahan peledak untuk mencari ikan. Dalam hal ini, ada 11 kasus yang marak terjadi di wilayah perairan Jawa Timur, NTT, NTB, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Lampung.

"Ada 11 kasus. Beberapa bahan peledak seperti amonium notrat atau pupuk matahari dan detonator didapat secara ilegal dari Malaysia," ucap Lotharia.

Tak hanya itu, perairan Indonesia masih menjadi tempat yang marak kejahatan. Pasalnya, ada pula tindak pidana penyelundupan dan tindak pidana di luar kepabeanan di wilayah perairan Sumatera Barat, Kepri, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Sulsel, dan Sumatera Utara.

Diduga Lakukan Ilegal Fishing, 4 Kapal Nelayan Berisi ABK Vietnam Diamankan Polair di Pelabuhan Batu Ampar Batam

"Sebanyak enam puluh dua kasus dengan tafsiran nilai kekayaan negara yang berhasil diamankan sejumlah satu miliar lima ratus juta rupiah," ucap dia.

Bahkan, kasus lainnya adalah penyelundupan baby lobster di wilayah perairan Jatim, Riau, Jawa Barat, NTB, Jambi, dan Bali. "Adapun kasus baby lobster sebanyak lima kasus dan jumlahnya 200.407 ekor," imbuh Lotharia.

(Baca Juga : Modus Baru Nelayan Vietnam, Bakar Kapal untuk Hindari Petugas)

Oleh karenanya, dia menuturkan, pihaknya selalu melakukan kegiatan rutin untuk mencegah pencurian di perairan Indonesia. Setidaknya ada sepuluh titik rawan upaya pencurian.

(Baca Juga : Diduga Curi Ikan, 4 Kapal Asal Vietnam Ditangkap di Perairan Natuna)

Di antaranya, di perairan Belawan, Dumai, Pulau Nipah, Tanjung Priok, Gresik, Taboneo dan Samarinda atay Muara Berau. "Ada pula di Teluk Adang, Balikapapan, dan Tanjung Berakit," tutup Lotharia.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini