Hadiri Nuzulul Quran Menag: Alquran Kitab Suci Universal untuk Kemajuan Umat Manusia

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 04 Juni 2018 22:16 WIB
https: img.okezone.com content 2018 06 04 337 1906539 hadiri-nuzulul-quran-menag-alquran-kitab-suci-universal-untuk-kemajuan-umat-manusia-iD2RwxUWV6.jpg Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin (Foto: Antara)

JAKARTA – Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menghadiri acara peringatan Nuzulul Quran 1439 Hijriah di Istana Negara, Jakarta. Ia mengatakan, Alquran merupakan kitab suci universal yang diturunkan untuk memenuhi kehidupan seluruh umat manusia.

"Alquran adalah kitab suci komprehensif dan universal dan dapat dicapai untuk pemenuhan kemajuan bukan hanya umat Islam, tapi umat manusia," kata Lukman di lokasi, Senin (4/6/2018).

Lukman memaparkan, Nuzulul Quran merupakan tradisi khas dari Nusantara hingga selalu digelar di Istana Kepresidenan. Padahal, menurut dia, Nabi Muhammad SAW yang dinukil dari berbagai riwayat tak pernah melakukan tradisi semacam ini.

"Tapi, ini tradisi yang baik untuk mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Para Ulama berbeda pandangan soal Alquran diturunkan 17 Ramadan. Ini bukan soal waktu, tapi sejauh mana kita mengambil hikmah dan pelajaran dari Alquran," imbuhnya.

Ia menambahkan, meskipun berbeda pandangan soal kapan turunnya Alquran, ulama sepakat bahwa kitab suci bagi umat Islam diwahyukan kepada Rasulullah saat bulan Ramadan. Turunnya Alquran merupakan jawaban atas tatanan sosial bangsa Arab yang pada titik terendah.

Lukman Hakim Saifudin Buka Pelatihan Petugas Haji Arab Saudi, Layani Jamaah dengan Optimal 

"Nabi Muhammad mengubah peranan sosial itu dengan cara mendekatkan diri pada Allah. Beragama dan berbangsa harus didudukkan secara seimbang dan dalam konteks ini Pancasila merupakan ideologi yang berkaitan dengan agama dan bangsa," jelasnya.

Politisi PPP itu menambahkan, pengamalan Pancasila merupakan sejalan dari nilai-nilai yang ada dalam ajaran Islam. Sehingga, ideologi bangsa Indonesia tersebut harus mampu menguatkan karakter dan mental bangsa Indonesia yang merdeka dan berdaulat.

(Baca Juga : Kembangkan Budaya Lokal Mempawah Melalui Festival Sahur-Sahur)

"Nuzulul Quran ini marilah kita merenenugkan baik dalam kehidupan berbangsa dan beragama. Menguatkan mental dan karakter bangsa untuk Indonesia yang berdaulat," tandasnya.

(Baca Juga : Jelajah Desa Ramadan, Petilasan Prabu Siliwangi Jadi Sorotan Kemendes)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini