nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

JK Bersyukur Suasana Keagamaan di Indonesia Lebih Baik dari Negara Lain

Fahreza Rizky, Jurnalis · Kamis 31 Mei 2018 22:26 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 31 337 1905231 jk-bersyukur-suasana-keagamaan-di-indonesia-lebih-baik-dari-negara-lain-yAQxSzxWDY.jpg Wapres JK di ICMI. (Foto: Fahreza/Okezone)

JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menggelar acara buka puasa bersama pengurus Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Istana Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Dalam ceramahnya, JK bersyukur suasana keagamaan di Tanah Air jauh lebih baik dibanding negara-negara lainnya. Sejurus dengan itu, ia juga mengajak semua pihak untuk melaksanakan ajaran agama Islam secara benar.

"Kita bersyukur, suasana keagamaan di RI jauh lebih baik dari banyak negara (lain)," ujar Kalla, Kamis (31/5/2018) malam.

Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu berujar bahwa pelaksanaan ajaran keagamaan mesti dikaji lebih dalam. Ia mengambil contoh tentang penggunaan alkohol. Di satu sisi, alkohol dipandang sebagai minuman yang diharamkan lantaran dapat menyebabkan mabuk. Namun dalam tinjauan medis penggunaan alkohol diperbolehkan dalam rangka pengobatan.

(Baca juga: Wapres JK Ingatkan Pemasangan Speaker Masjid Harus Strategis)

"Jadi bukan barangnya, tapi untuk apa manfaat itu. Kalau khamr dipakai mabuk ya haram. Kalau alkohol dipakai untuk membersihkan, sebelum disuntik, sebelum di operasi tidak haram," tuturnya.

JK lalu menekankan, pemahaman keagamaan hendaknya mengikuti perkembangan zaman tanpa harus menanggalkan hal-hal penting dari ajaran agama itu sendiri. Ia berharap ICMI dapat menjadi kawah candradimuka untuk menyemaikan pemikiran keislaman yang moderat.

Jimly. Foto: Fahreza/Okezone

Sementara, Ketua Umum ICMI Jimly Asshiddiqie mengatakan, bulan Ramadan jadi momentum penting untuk melakukam silaturahmi. Ia juga mengatakan telah menghidupkan kembali Majelis Reboan sebagai forum dialog lintas agama.

"Majelis Reboan ini peninggalan Cak Nur (Nurcholish Madjid) dan Gus Dur (Abdurrahman Wahid) zaman dulu. Ramai sekali," kata dia.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini