Menag: Israel Tak Boleh Larang WNI Mengunjungi Tempat Suci

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Rabu 30 Mei 2018 19:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 30 337 1904616 menag-israel-tak-boleh-larang-wni-mengunjungi-tempat-suci-GPPYKfciCa.jpg Menag Lukman Hakim (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin menilai, Otoritas Israel tidak tepat melarang warga negara Indonesia (WNI) untuk beribadah di Yarusalem. Apalagi, Yerusalem memang dianggap sebagai kota suci oleh tiga agama.

"Ya karena kalau kota-kota suci itu milik bersama sebenarnya. Mestinya tidak boleh ada larangan untuk mengunjungi tempat suci karena itu menajdi konsen semua umat beragama," kata Lukman di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Pelarangan WNI ke Jerusalem diduga sebagai aksi balasan akibat Pemerintah Indonesia melarang warga Israel masuk. Menurut Lukman, Israel seharusnya memberi pengecualian terhadap Yerusalem. Sebab, selama ini banyak umat beragama dari Indonesia yang ingin bertandang ke Yerusalem.

Lukman menambahkan, Baitul Maqdis atau Masjid Al-Aqsha yang menjadi kiblat pertama umat Islam dalam melaksanakan salat menjadi salah satu alasan muslim di seluruh dunia untuk melaksanakan ibadah di sana.

"Oleh karenanya agar Israel juga bisa memahami hal ini, jadi larangan itu mestinya tidak terkena pada kota-kota suci yang menjadi milik warga dunia, karena setiap penduduk dunia mestinya punya hak yang sama untuk mengunjungi tempat-tempat suci," ujarnya.

Politikus PPP itu mengaku belum tahu perihal pelarangan ini. Sehingga, Kemenag akan terlebih dahulu mencari informasi tersebut melalui Kementerian Luar Negeri.

Sebelumnya, biro perjalanan Rhema Tours menerima surat edaran dari Kementerian Dalam Negeri Israel yang menyatakan setelah 9 Juni 2018 pemegang paspor Indonesia atau warga negara Indonesia tidak boleh ke Israel. Aturan ini berlaku hingga waktu yang belum ditentukan.

"Kami akan informasikan kembali perkembangannya, jika sudah kondusif maka keberangkatan akan tetap seperti jadwal semula, namun apabila belum maka kami akan mendiskusikan ulang untuk jadwal keberangkatannya. Kami sangat menyesalkan kejadian yang bersifat force majeur ini," kata Rio Pattiselanno, Direktur Rhema Tours, sebuah biro perjalanan ziarah rohani ke Israel.

 

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini