nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aman Abdurahman Mengajak Orang untuk Perang di Suriah

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 17:14 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 25 337 1902785 aman-abdurahman-mengajak-orang-untuk-perang-di-suriah-HWEBMHbnNh.jpg Foto: Antara

JAKARTA - Dalam sidang Pleidoi terdakwa kasus bom Thamrin Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman terkuak bahwa pentolan kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) itu kerap menyuruh orang untuk berperang menegakan sistem pemerintahan Khilafah di Suriah.

Tawaran Aman itu sering disampaikan dirinya ketika menyampaikan tausyiah tentang ajaran Tauhid dan kepercayaannya soal sistem pemerintahan Khilafah.

"Keterlibatan terdakwa hanya sebatas memberikan tausiyah yang intinya menyuruh orang untuk hijrah ke Suriah, membantu berperang di sana untuk menegakkan Khilafah," kata Penasihat Hukum Aman, Asludin Hatjani saat membacakan Pleidoi di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (25/5/2018).

 Foto: Wahyu Putro/Antara

Penyampaian fakta itu, lantaran penasihat hukum ingin membantah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menyebut Aman merupakan penggerak atau dalang dibalik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu Jakarta, di Gereja Samarinda serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

"Bahwa berdasarkan fakta hukum tersebut di atas, maka tidak terlihat adanya kegiatan terdakwa untuk merencanakan dan/atau menggerakkan orang lain untuk melakukan tindak pidana terorisme," ucap dia.

JPU sebelumnya menuntut Aman Abdurahman dengan hukuman mati. Jaksa menilai bahwa pentolan ISIS di Indonesia itu telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebut bahwa, Aman Abdurahman terbukti menjadi penggerak atau dalang dibalik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

 Foto: Puteranegara/Okezone

Hal yang memberatkan Amar dalam tuntutan Jaksa Penuntut, diantaranya adalah, Aman merupakan residivis dalam kasus yang sama, yakni terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.

Jaksa Penuntut juga menyebut bahwa, Aman merupakan penggagas, pembentuk, dan pendiri Jamaah Anshorut Daulah. Menurut Jaksa, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dianggap kafir dan harus diperangi.

Kemudian, Aman juga dinilai telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat dalam setiap aksi kejahatannya. Bahkan, Aman dinilai telah menghilangkan masa depan seorang anak-anak.

 

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini