Kak Seto Tak Setuju Bocah SD yang Hamili Pacarnya Dinikahkan

Fahreza Rizky, Okezone · Jum'at 25 Mei 2018 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 25 337 1902483 kak-seto-tak-setuju-bocah-sd-yang-hamili-pacarnya-dinikahkan-cdOr5NUyvh.jpg Seto Mulyadi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi atau akrab disapa Kak Seto meminta agar siswa sekolah dasar (SD) yang menghamili siswi sekolah menengah pertama (SMP) tidak dinikahkan.

Menurut Kak Seto, menikahkan anak di bawah umur bukan jalan terbaik untuk menyelesaikan masalah ini. Selain melanggar Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, usia anak juga belum matang secara psikologis dan kesehatan reproduksi.

"Yang paling penting adalah menjaga agar bayi (yang dikandung) tetap hidup dan dilahirkan. Kemudian, anak-anak tetap melanjutkan sekolahnya lagi," ujarnya saat dihubungi Okezone, Jumat (25/5/2018).

Kak Seto mengatakan, kontrol dari keluarga, sekolah dan masyarakat amat penting untuk melindungi anak dari perilaku seks bebas. Itu penting dilakukan agar peristiwa serupa tidak kembali terulang.

"Kontrol dari orangtua dan masyarakat harus sangat ditingkat. Kalau melihat remaja berduaan, tetangga harus menegur, mencegah," pungkasnya.

Kisah cinta sejoli siswa SD dan siswi SMP ini berawal dari pertemuan mereka di suatu pantai. Kemudian, keduanya saling bertukar nomor ponsel. Intensnya komunikasi keduanya kemudian mengantarkan mereka pada hubungan asmara. 

Dalam hubungan asmara itu keduanya mulai nekat melakukan hubungan intim layaknya suami istri. Pertama kali terjadi pada 2017. Karena nikmat rasanya, sejoli ini lama-lama semakin ketagihan.

Hubungan intim tersebut terus dilakukan hingga akhirnya sang perempuan hamil enam bulan.

Kehamilan ini mulanya diketahui oleh pihak sekolah ketika memeriksakan kondisi kesehatan bunga (bukan nama sebenarnya) ke puskesmas, lantaran kondisinya tampak kurang sehat.

Petugas kemudian menyatakan bahwa bunga hamil. Pihak sekolah lalu melaporkan hal ini kepada keluarga. Setelah dilakukan pendekatan, akhirnya perempuan malang tersebut mengakui siapa yang menebar benih di perutnya, yakni kekasihnya sendiri yang masih duduk di bangku SD.

Orangtua kedua belah pihak bersepakat menempuh jalan kekeluargaan dan hendak menikahkan anaknya yang telah kadung mengandung. Namun, Kantor Urusan Agama (KUA) setempat tidak memberikan izin pernikahan lantaran sejoli tersebut masih di bawah umur.

Karena ditolak KUA, orang tua kedua belah pihak kini tengah berproses meminta dispensi pernikahan pada Pengadilan Agama (PA) setempat.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini