nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hari Ini, Terdakwa Bom Thamrin Aman Abdurrahman Jalani Sidang Pleidoi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Jum'at 25 Mei 2018 06:06 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 25 337 1902477 hari-ini-terdakwa-bom-thamrin-aman-abdurrahman-jalani-sidang-pleidoi-XEiyj06aZO.jpg Aman Abdurrahman (Foto: Ist)

JAKARTA - Pengadilan Negeri Jakarta Selatan hari ini, Jumat (25/5/2018), akan menggelar sidang lanjutan kasus aksi teror bom Thamrin dengan terdakwa sekaligus petinggi kelompok Jamaah Ansharud Daulah (JAD) Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurrahman.

"Ya betul jam 8.30 WIB (sidang Pleidoi Aman Abdurahman," kata Humas Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Achmad Guntur saat dikonfirmasi Okezone.

Sidang ini sendiri memasuki tahap pembacaan nota pembelaan atau Pleidoi dari Aman Abdurrahman dan pihak penasihat hukum. Pada sidang pembacaan tuntutan, Jumat 18 Mei 2018 lalu, Aman menegaskan bahwa akan mengajukan Pledoi. Nota pembelaan itu akan dibuat terpisah antara Aman dan Penasihat Hukum.

"Nota pembelaan atau pleidoi akan dibuat masing-masing," kata Aman sembari terduduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat 18 Mei 2018 lalu.

Mendengar hal itu, Majelis Hakim menutup sidang itu, dan mengagendakan pembacaan pleidoi Aman pada hari ini.

 Aman Abdurrahman

JPU sebelumnya menuntut Aman Abdurrahman dengan hukuman mati. Jaksa menilai bahwa pentolan ISIS di Indonesia itu telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.

"Menjatuhkan pidana Aman Abdurahman, dengan pidana mati," ujar Jaksa Penuntut Umum Anita Dewayani di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Dalam amar tuntutannya, JPU menyebut bahwa, Aman Abdurrahman terbukti telah menjadi penggerak atau dalang dibalik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia.

"Terdakwa mengatur dan menjadi penggerak melalui dalil yang mengakibatkan orang meninggal," ucap Jaksa Anita.

Hal yang memberatkan Amar dalam tuntutan Jaksa Penuntut, di antaranya adalah, Aman merupakan residivis dalam kasus yang sama, yakni terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.

JPU juga menyebut bahwa, Aman merupakan penggagas, pembentuk, dan pendiri JAD. Menurut JPU, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang dianggap kafir dan harus diperangi.

"Terdakwa adalah penganjur, penggerak kepada pengikutnya untuk melakukan jihad, amaliyah teror, melalui dalil-dalilnya sehingga menimbulkan banyak korban," tutur Jaksa Anita.

Kemudian, Aman juga dinilai telah mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat dalam setiap aksi kejahatannya. Bahkan, Aman dinilai telah menghilangkan masa depan seorang anak-anak.

 Bom Thamrin

Tak hanya itu, Aman Abdurrahman dengan sengaja menyebarkan pemahamannya melalui tulisan yang disebarkan melalui internet yang bisa diakses secara bebas oleh masyarakat dan pengikutnya.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum tak menemukan adanya hal meringankan dalam kasus terorisme yang dilakukan oleh Aman Abdurahman. "Sedangkan hal meringankan kami tidak menemukan," ucap Jaksa Anita.

Dalam tuntutan primer, Aman dinilai terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 Juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati. Sebagaimana dakwaan kesatu primer.

Dakwaan kedua primer, Aman dinilai melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 Juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini