Anas Jadikan Yulianis 'Senjata' Melawan Vonis Kasus Hambalang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 25 Mei 2018 02:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 25 337 1902434 anas-jadikan-yulianis-senjata-melawan-vonis-kasus-hambalang-C7PsWa4XUC.jpg Anas Urbaningrum (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum telah mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA). Upaya PK tersebut diajukan untuk melawan vonis perkara korupsi proyek pembangunan Pusat Pendidikan, Pelatihan dan Sekolah Olahraga Nasional (P3SON) Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

Sidang perdana PK Anas Urbaningrum sendiri telah digelar pada Kamis 24 Mei, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Anas telah ‎mempersiapkan kesaksian bekas anak buah, M. Nazaruddin, Yulianis, dalam upaya PK ‎tersebut. Namun, pihak Anas baru dapat menghadirkan Yulianis pada persidangan selanjutnya.

Mantan Ketua Fraksi Partai Demokrat tersebut sengaja mempersiapkan kesaksian Yulianis sebagai senjata atau novum baru terkait kasus korupsi proyek Hambalang.

"Ya nanti di persidangan selanjutnya (Yulianis) dihadirkan, Minggu depan," kata Anas usai menghadiri sidang perdana PK-nya di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (24/5/2018).

Yulianis

Hal senada juga diungkapkan tim penasihat hukum Anas, Durakim. Kata Durakim, bukti baru yang akan dihadirkan dalam upaya Peninjauan Kembali (PK) kliennya yakni dengan menghadirkan tiga saksi. Salah satu saksinya yakni, Yulianis.

"Memang benar, saksi yang akan dihadirkan dalam persidangan sebelumnya. Tapi ada keterangan yang bisa jadi bukti baru pada permohonan PK," kata Durakim saat mendampingi Anas.

Anas Urbaningrum

Tak hanya Yulianis, pada persidangan selanjutnya, kubu Anas juga akan menghadirkan Direktur PT Mahkota Negara, Marisi Matondang, yang juga anak buah M. Nazaruddin. Kemudian, saksi lainnya yakni petinggi PT Adhi Karya, Tubagus Muhammad Noor.

Sebelumnya, Mahkamah Agung ‎(MA) memperberat enam tahun pidana penjara untuk Anas Urbaningrum di tingkat kasasi. Anas Urbaningrum divonis menjadi 14 tahun penjara dari yang semula hanya 8 tahun bui.

 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini