Ini Permintaan Jamaah Ahmadiyah kepada Pemerintah

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 21 Mei 2018 16:34 WIB
https: img.okezone.com content 2018 05 21 337 1900851 ini-permintaan-jamaah-ahmadiyah-kepada-pemerintah-Wl3X6CBBWU.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Teror penyerangan dengan kekerasan dan pengusiran terhadap Jamaah Ahmadiyah kembali terjadi. Kali ini di Kecamatan Sekra, Lombok Timur Nusa Tenggara Barat pada 19 hingga 20 Mei 2018.

Juru bicara Jemaat Ahmadiyah Indonesia Yendra Budiana mengatakan, penyerangan itu berlansung tiga kali, dimana dilakukan oleh kelompok intoleransi itu mengakibatkan 21 wanita dan anak serta tiga laki-laki dewasa harus kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta bendanya, tidak bisa mencari nafkah.

“Ancaman kekerasan jiwa dan trauma khususnya pada wanita dan anak-anak akibat kekerasan dan terror,” ujar Yendra di Komnas Perempuan, Latuharhari No. 4B, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/5/2018).

Saat ini, sambung Yendra, para korban masih berada di Kantor Polres Lombok Timur tanpa kepastian kapan kapan bisa kembali ke rumah masing-masing dengan aman dan rumahnya bisa normal kembali di huni seperti sediakala

 Tawuran

Oleh karenanya, menindaklanjuti kondisi tersebut, Jamaat Ahmadiyah sebagai Warga negara yang sah di NKRI ini meminta hak kami sebagai berikut :

1. Langkah Penegakan Hukum dari Kapolri melalui Kapolda Nusa Tenggara Barat dan Kapolres Lombok Timur agar pelaku Kriminal penyerangan diproses hukum secara adil untuk memalukan Hukum ditegakkan dan memberi kepastian pada masyarakat

2. Langkah cepat dari Bapak Gubernur Nusa Tenggara Barat TGB Muhammad Zainul Majdi seperti pemetaan beliau langsung di media sosial bahwa semua korban akan di kembalikan ke rumahnya masing-masing tanpa gangguan, merehabilitasi rumahnya dan jaminan tanpa paksaan untuk melaksanakan ibadah sesuai keyakinan masing masing yang di jamin oleh negara.

3. Mengingatkan Gubernur NTB dan semua pihak bahwa aksi kebencian dan kekerasan terhadap kelompok yang berbeda akan merusak Pariwisata NTB yang sedang berkembang khsususnya dan Indonesia pada umumnya yang tentunya merugikan rakyat Indonesia sendiri.

Adapun, serangan pertama terjadi pada Sabtu, sekitar pukul 13.00 WITA, lalu disusul serangan berikutnya kira-kira pukul 21.00 WITA, serta Minggu pagi sekitar pukul 06.30 WITA.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini