nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Sebut Pemerintah Tetap Jalankan Agenda Reformasi

Fahreza Rizky, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 14:03 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 21 337 1900759 moeldoko-sebut-pemerintah-tetap-jalankan-agenda-reformasi-iSLbr90UUw.jpg Kepala Staf Presiden Jenderal TNI (Purn) Moledoko

JAKARTA – Gerakan reformasi hari ini memasuki usia 20 tahun. Pada 21 Mei 1998, Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya setelah sebelumnya berkuasa selama 32 tahun. Kepala Staf Kepresidenan (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko, memastikan pemerintahan Jokowi-JK tetap menjalankan mandat reformasi dengan baik.

"Saya memastikan bahwa agenda-agenda reformasi yang menjadi harapan masyarakat sejak 20 tahun lalu tetap dijalankan oleh pemerintah," ujar Moeldoko lewat keterangan tertulis yang diterima Okezone, Senin (21/5/2018).

Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) itu mengakui, dalam menjalankan agenda reformasi ini, pemerintah mendapati sejumlah persoalan yang belum dapat terpecahkan. Ini disebabkan kompleksnya persoalan, termasuk di antaranya karena berbagai perubahan sosial, politik, ekonomi, teknologi yang berlangsung dalam 20 tahun terakhir.

Moeldoko lalu memaparkan tiga agenda reformasi yang masih menjadi tantangan bangsa saat ini, di antaranya praktik korupsi di lingkungan birokrasi dan pemerintahan, masih dirasakannya kesenjangan, dan rendahnya indeks pembangunan manusia di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Dalam perjalanan pemerintahan, Presiden Jokowi dan jajarannya mati-matian memperjuangkan tiga agenda reformasi tersebut melalui serangkaian kebijakan," jelas dia.

Serangkaian kebijakan yang dimaksud untuk memperjuangan tiga agenda reformasi, di antaranya mulai dari pembentukan Satuan Bersama Pemberantasan Pungutan Liar (Saber Pungli), dan penguatan kerangka regulasi untuk pencegahan korupsi.

Selain itu, ada juga kebijakan pemerintah melakukan subsidi untuk rakyat miskin yang tepat sasaran lewat berbagai kartu, sampai dengan kebijakan dan program afirmatif yang langsung menyasar kelompok-kelompok masyarakat terbawah.

"Saya memastikan bahwa Presiden Jokowi menjalankan agenda reformasi dengan sebaik-baiknya," ujar Moeldoko.

Ia menambahkan, kebijakan dan program pemerintah hari ini dilaksanakan dengan mengambil pelajaran terbaik yang dilakukan oleh pemerintahan-pemerintahan sebelumnya.

(Baca Juga: 20 Tahun Berlalu, LBH Jakarta Pajang Foto Tragedi Kericuhan Reformasi)

Setelah itu, dilakukan suatu terobosan serta inovasi yang diperlukan untuk memecahkan persoalan sesuai dengan kebutuhan. Pemerintah juga mengambil pelajaran dari kesulitan-kesulitan pemerintahan sebelumnya dan berusaha untuk mereduksi kebijakan-kebijakan yang kurang membawa dampak bagi kesejahteraan masyarakat dan bangsa Indonesia.

"Saya memahami bahwa reformasi bukan hanya sebuah momentum yang diperingati dan dirayakan. Setiap hari, saya merasakan dan turut mengambil bagian dalam upaya pemerintah melakukan reformasi dan perubahan-perubahan, perbaikan-perbaikan dan penyempurnaan, baik yang berskala kecil, menengah, sampai besar," tutur Moeldoko.

(Baca Juga: Survei Indo Barometer: Indonesia Jauh Lebih Baik Dibanding Sebelum Reformasi)

"Semua itu dilakukan supaya cita-cita Reformasi yang diamanatkan 20 tahun silam dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh rakyat Indonesia," pungkas dia.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini