nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Aman Abdurahman Dituntut Hukuman Mati, DPR: Kita Percaya Hakim Putuskan yang Terbaik!

Bayu Septianto, Jurnalis · Senin 21 Mei 2018 07:01 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 21 337 1900589 aman-abdurahman-dituntut-hukuman-mati-dpr-kita-percaya-hakim-putuskan-yang-terbaik-zaW7RmUJiT.jpg Aman Abdurrahman di sidang pembacaan tuntutan oleh JPU. (Foto: Antara)

JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Evita Nursanty berharap majelis hakim bisa memutuskan yang terbaik saat menjatuhkan vonis terhadap terdakwa teroris bom Thamrin, Aman Abdurahman. Aman diketahui dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dengan hukuman mati pada persidangan yang digelar pekan lalu.

Evita juga berharap hukuman mati ini bisa memberikan efek jera terhadap siapa saja yang terlibat dalam kelompok-kelompok radikal yang melakukan aksi teror yang memakan banyak korban jiwa. Termasuk salah satunya kepada para pengikut Aman yang tergabung dalam organisasi Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang diklaim sebagai teroris berafiliasi ke ISIS.

"Kita percaya kepada hakim nanti akan memutuskan yang terbaik. Ini harus juga jadi efek kejut dan efek jera bagi siapa saja untuk hati-hati untuk tidak melibatkan diri dalam kegiatan radikalisme dan terorisme," jelas Evita saat dihububgi Okezone, Senin (20/5/52018).

Evita menambahkan, memberantas terorisme hingga ke akarnya bukanlah perkara mudah, apalagi menyadarkan orang-orang yang sudah menjadi anak buah Aman. Menurut Evita, tuntutan hukuman mati yang dimintakan jaksa menandakan jaksa telah melihat berbahanya seorang Aman Abdurahman yang merupakan otak pelaku kejahatan teror di sejumlah tempat di Indonesia.

Hilangkan Banyak Nyawa, Aman Abdurrahman Dituntut Hukuman Mati

"Posisinya di JAD, ajaran-ajarannya, kemampuannya untuk melakukan rekrutmen sebagai ideolog dan lainnya. Yang terpenting apa yang sudah ditimbulkannya dengan banyaknya korban berjatuhan termasuk anak-anak dalam kasus serangan terorisme di Indonesia. Ini membahayakan Indonesia dan perikemanusiaan," tutur Evita.

(Baca juga: Keberatan Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurahman Ajukan Pleidoi)

Politikus PDI Perjuangan itu mengajak seluruh komponen masyarakat untuk mencegah masifnya radikalisme dan terorisme yang membahayakan keamanan negara dan juga membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa. "Mari kita sama-sama membangun bangsa ini sehingga makin maju dan sejahtera, serta berkontribusi positif untuk kemanusiaan bukan sebaliknya," harapnya.

Pria yang juga dikenal dengan nama Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma itu dituntut hukuman mati karena dinyatakan terbukti jadi penggerak aksi teror di Indonesia. JPU menyatakan bahwa Aman orang yang harus bertanggung jawab di balik beberapa teror.

Jaksa menyebutkan bahwa Aman merupakan penggagas, pembentuk dan pendiri Jamaah Ansharut Daulah (JAD), kelompok yang diklaim sebagai teroris berafiliasi ke ISIS. Menurut jaksa, organisasi tersebut secara nyata menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut jaksa, dalam setiap aksi yang didalangi Aman mengakibatkan banyak korban meninggal dan korban luka berat. Bahkan menghilangkan masa depan anak-anak. JPU dalam amar tuntutannya memohon majelis hakim agar "menjatuhkan pidana Aman Abdurahman dengan pidana mati."

Jaksa menyatakan Aman terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Kemudian Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme.

 

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini