nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soeharto Presiden Terfavorit Versi Survei Indo Barometer

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 20:07 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 05 20 337 1900541 soeharto-presiden-terfavorit-versi-survei-indo-barometer-z1o5P9btoL.jpg Presiden ke-2 RI Soeharto. Foto: AFP

JAKARTA - Presiden kedua Republik Indonesia, Soeharto, dinobatkan sebagai presiden tervaforit berdasarkan hasil survei Indo Barometer.

Hasil survei menunjukkan Soeharto memperoleh angka tertinggi sebagai presiden terfavorit dibanding presiden lainnya.

Apabila dirinci, Soeharto mendapatkan angka 32,9 persen, Soekarno 21,3 persen, Joko Widodo 17,8 persen, dan Susilo Bambang Yudhoyono ‎11,6 persen. Angka tersebut merupakan penilaian publik terhadap kepuasan presiden selama memimpin.

"Presiden Indonesia yang dinilai mayoritas publik paling berhasil adalah Soeharto 32,9 persen, kemudian Soekarno 21,3 persen, Joko Widodo 17,8 persen, dan Susilo Bambang Yudhoyono 11,6 persen," kata ‎Direktur Eksekutif Indo Barometer, M. Qodari di Hotel Harris Suites Fx Sudirman, Jakarta, Minggu (20/5/2018).

Monumen Soeharto di Dusun Kemusuk, Desa Argomulyo, Kecamaan Sedayu, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Foto: Okezone 

Namun jika dibandingkan hasil survei Indo Barometer pada 2011, tingkat kepuasan publik terhadap kepemimpinan Soeharto justru menurun.

"Penilaian publik terhadap semua presiden yang paling berhasil mengalami penurunan, Soeharto dari yang sebelumnya dinilai sebanyak 40,5 persen kini turun menjadi 32,9 persen," terang Qodari.

Survei Indo Barometer dilakukan di 34 Provinsi di Indonesia dengan jumlah sampel sebanyak 1.200 responden dan tingkat kesalahan atau margin of error sekira 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.

Soeharto pernah menjadi anak buah Jenderal Besar Sudirman. Foto Okezone 

Responden survei merupakan warga negara Indonesia yang sudah mempunyai hak pilih berdasarkan peraturan yang berlaku, yaitu warga yang minimal berusia 17 tahun atau sudah menikah.

Metode penarikan sampel yang digunakan adalah multistage random dengan waktu pengumpulan data sejak 15 sampai 22 April 2018. Tehnik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner.

Punya Modal Besar

Politikus PDI-P sekaligus aktivis 1998, Budiman Sudjatmiko menganggap penempatan Soeharto sebagai Presiden RI tervafoit versi Indo Barometer adalah hal yang biasa. Sebab Soeharto memimpin selama 32 tahun.

"Jika dibandingkan presiden-presiden setelah reformasi dengan Pak Harto, itu seperti membandingkan orang yang punya modal besar, modal waktu besar, modal kekuasaan besar untuk menyelesaikan masalah," kata Budiman.

Meme enak zaman ku toh dengan wajah Soeharto banyak menghiasi media sosial. Foto: Ist

‎‎Sementara politikus Demokrat, Putu Supadma Rudana mengapresiasi hasil survei tersebut. Putu berpendapat bahwa survei tersebut tidak dapat dipisahkan secara ketokohan di dalam reformasi tersebut, karena itu merupakan satu kesatuan utuh.

"Dari 1998 hingga 2018 semua itu merupakan paket kesatuan, di mana era kegemilangannya diraih saat zaman pemerintahan SBY selama 10 tahun. Pasca reformasi, di pemerintahan SBY-lah pertama kalinya presiden terpilih dalam proses demokrasi, itu menunjukkan suatu konsep yang baik sejak 2004 lalu," ujar Putu.

Soeharto menyerahkan jabatan Presiden kepada BJ Habibie. Foto: Reuters

Anggota Komisi X DPR RI ini menambahkan, sebenarnya tak hanya Soeharto yang memiliki era kegemilangan. Sebab, seluruh Presiden memiliki keberhasilan dibidangnya masing-masing. Di mana pada saat pemerintahan SBY, pertumbuhan ekonomi di atas 6%.

"Selama 10 tahun pemerintahan SBY, pertumbuhan ekonomi kita itu rata-rata 6%. Lapangan kerja meningkat, pengangguran menurun, pendapatan income perkapita masyarakat meningkat tajam selama 10 tahun, pemberantasan korupsi dan penegakan hukum tidak tebang pilih, keadilan ditegakan kepada segenap anak bangsa dengan memberikan program BLT, BLSM, KUR, BPJS, raskin dan beberapa program lainnya. Sudah pasti masyarakat juga merindukan sosok SBY," ungkap Putu.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini