nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

20 Tahun Berlalu, LBH Jakarta Pajang Foto Tragedi Kericuhan Reformasi

Badriyanto, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 18:44 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 20 337 1900518 20-tahun-berlalu-lbh-jakarta-pajang-foto-tragedi-kericuhan-reformasi-Ehesf6aIaz.jpg Salah satu foto yang dipamerkan. Foto: Okezone/Badriyanto

JAKARTA - Dalam rangka memperingati 20 tahun reformasi Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta bersama sejumlah elemen lainnya menggelar acara pameran poto. Setidaknya kurang lebih ada sebanyak 20 poto yang di pajang di amperan kantor LBH Jakarta agar dapat dilihat para pengunjung acara tersebut.

Foto-foto yang dipajang itu merupakan hasil jebretan mantan seorang fotografer Tempo Rully Kusuma terkait tragedi mencekam kala itu. foto itu sengaja dikeluarkan setelah sekian lama menjadi arsip pribadi dan perusahaan media tempat Rully bekerja, agar dapat mengingatkan masyarakat prihal peristiwa mahal reformasi.

"Foto saya sangat terbatas, karena memang banyak yang hilang, beruntung masih ada sisa cetakan 3R yang kemudian saya cetak kembali, makanya itu pecah-pecah fotonya," kata Rully di Kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (20/5/2018).

Foto: Okezone/Badriyanto

Lebih lanjut, Rully menceritakan masing-masing hasil karyanya itu sampai proses bagaimana ia berhasil mengabadikan momen bersejarah dalam perjalanan bangsa Indonesia di tengah-tengah kericuhan antara aktifis mahasiswa melawan aparat polisi dan TNI.

Menurutnya, tidak mudah bagi seorang pewarta foto mengabadikan tragedi berdarah itu. Selain karena rawan, pengawasan ketat dari aparat terhadap insan pers juga sangat terasa. Banyak momen lainnya yang tidak ia dapat tunjukkan kepada generasi muda bangsa Indonesia.

"Saya tidak foto mahasiswa korban penembakan di kampus Trisakti. Lalu waktu Soeharto mundur di Istana saya juga tidak dapat, karena waktu itu saya tidak setuju dengan sistem Dwi fungsi ABRI sehingga saya dicoret jadi wartawan istana," imbuhnya.

Foto: Okezone/Badriyanto 

Sekedar informasi, reformasi itu terjadi pada awal Mei 1998 silam. Di mana, sejumlah aktifis mahasiswa dari berbagai daerah berbondong-bondong datang ke Jakarta menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran menuntut Soeharto mundur sebagai presiden Indonesia.

Puncaknya, terjadi tragedi Trisakti tepatnya pada 12 Mei yang menewaskan empat mahasiswa setelah ditembak dalam kampus. Peristiwa itu kemudian memicu kerusuhan dimana-mana dan secara terus menerus hingga akhirnya Soeharto memilih mundur dari jabatannya sebagai Presiden pada 21 Mei silam.

(fzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini