nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Harap Hari Kebangkitan Nasional Jadi Momen Bersama Berantas Korupsi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 11:54 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 05 20 337 1900439 kpk-harap-hari-kebangkitan-nasional-jadi-momen-bersama-berantas-korupsi-oKMhYl3gjj.jpg ilustrasi.

JAKARTA – 20 Mei merupakan salah satu hari bersejarah bagi bangsa Indonesia. Tepat pada 20 Mei 1908 silam, tokoh muda Indonesia bangkit dan menyuarakan kemerdekaan untuk bangsanya sendiri. Kebangkitan para pemuda ini ditandai dengan berdirinya organisasi Boedi Oetomo.

Munculnya organisasi Boedi Oetomo merupakan ‎salah satu tonggak perjuangan para pemuda untuk melawan penjajahan. Awalnya, organisasi Boedi Oetomo hanya bergerak di bidang pendidikan dan kebudayaan. Namun, seiring tumbuh dan berkembangnya organisasi, Boedi Oetomo masuk ke dalam pergerakan politik.

Kebangkitan organisasi Boedi Oetomo ‎merupakan salah satu cikal bakal Indonesia merdeka. Para pemuda mulai mempersatukan kekuatan dan pemikirannya melawan penjajahan melalui wadah organisasi. Hingga akhirnya, perjuangan para pemuda muncul yang membuahkan hasil kemerdekaan bagi bangsa Indonesia.

Namun demikian, Indonesia ternyata belum merdeka sepenuhnya. Sebab, masih banyak 'penjajahan' dengan gaya baru yang menjadi permasalahan Indonesia. Gaya 'penjajahan' baru tersebut di antaranya‎ korupsi serta terorisme.

Menyoal permasalahan korupsi yang masih marak terjadi di Indonesia, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ‎pun berharap momentum Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) yang jatuh pada hari ini sebagai tonggak perjuangan para pemuda untuk memberantas korupsi.

"Harkitnas agar bangsa Indonesia bangkit bersama-sama memberantas korupsi, sesuai dengan kedudukan dan peran masing. Semua harus berkontribusi untuk pencegahan dan pemberantasan penyakit kronis yang namanya korupsi," kata Deputi Pencegahan KPK, Pahala Nainggolan saat dihubungi Okezone, ‎Minggu (20/5/2018).

Menurut Pahala, terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan dari sejumlah sektor untuk mencegah atau memberantas korupsi. Salah satunya adalah adanya peran dari swasta, pejabat pemerintah, serta tokoh masyarakat.

(Baca Juga: 4 Fakta Hari Kebangkitan Nasional, Nomor 3 Bikin Bangga)

"Untuk yang swasta berhenti menawarkan suap untuk dapat proyek. Untuk pejabat, jalankan semua aturan dengan patuh, melayani masyarakat agar lebih sejahtera," katanya.

"Termasuk tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh adat,‎ harus mengawasi, ingatkan selalu pejabat dan pengusaha agar berjalan di relnya, jangan didukung apalagi membela siapapun yang integritasnya meragukan," imbuh Pahala.

(Baca Juga: Harkitnas, Momentum Memahami Sejarah untuk Merajut Persatuan Bangsa)

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini