nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harkitnas 2018, Pimpinan MPR Ingatkan Bahaya Ujaran Kebencian dan Saling Fitnah

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 07:29 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 20 337 1900382 harkitnas-2018-pimpinan-mpr-ingatkan-bahaya-ujaran-kebencian-dan-saling-fitnah-xtUk1mzoNP.jpg Ilustrasi. (Foto: Okezone)

JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Hidayat Nur Wahid mengatakan, ujaran kebencian serta saling fitnah yang marak saat ini bertentangan dengan semangat dari kebangkitan nasional yang dilahirkan 110 tahun lalu. Menurut Hidayat, semangat saat itu adalah menghimpun kebersamaan antara kelompok-kelompok masyarakat untuk mengusir penjajah.

"Adanya ujaran kebencian, saling fitnah bertentangan betul dengan semangat lahirnya kebangkitan nasional. Karena kebangkitan nasional ternyata sejak awal sudah menghimpun kebersamaan antara seluruh kelompok dan komponen bangsa," ujar Hidayat saat dihubungi Okezone, Minggu (20/5/2018).

Jika dilirik dari sejarahnya, kebangkitan nasional yang diperingati setiap tanggal 20 Mei itu menyadarkan kita bahwa semangat untuk menguatkan kebersamaan dan rasa kebangsaan harus tetap ada, meski Indonesia telah melewati jauh masa-masa merebut kemerdekaan dari tangan penjajah.

(Baca juga: Potret Peringatan Harkitnas Pertama dari Yogya hingga Aceh)

"Harusnya penting kita untuk menyadari Hari Kebangkitan Nasional memang kalau kita berjuang melawan penjajah ada pendekatan-pendekatan militeristik dan sebagainya. Tetapi ketika Indonesia sudah merdeka maka mestinya kebangkitan kita adalah bukan lagi melawan sesama anak bangsa apalagi pakai terorisme, radikalisme. apapun motifnya dan dalang di baliknya," jelas Hidayat.

HNW

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengingatkan bahwa jangan sampai semangat bersatunya komponen bangsa yang dicetuskan dalam kebangkitan nasional hilang begitu saja oleh kelompok-kelompok terorisme atau kelompok-kelompok yang menyebarkan ujaran kebencian dan fitnah yang memecah belah bangsa.

"Karenanya kita jangan sampai membelah dri, atau kita sampai terbelah oleh isu terorisme, perilaku terorisme, ujaran kebencian, hoaks dan fitnah, di mana mereka melakukan tindakan-tindakan yang hanya layak dilakukan kepada musuh dan tidak boleh dilakukan kepada sesama anak bangsa dan se-Tanah Air," pungkasnya.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini