nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harkitnas dan Harapan Kembalinya 'Akal Sehat' dalam Menyikapi Keberagaman

Bayu Septianto, Jurnalis · Minggu 20 Mei 2018 07:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 05 20 337 1900371 harkitnas-dan-harapan-kembalinya-akal-sehat-dalam-menyikapi-keberagaman-AEerzEsBDx.jpg Bendera Indonesia.

JAKARTA - Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-110 di Tahun 2018 bisa dimaknai sebagai momentum untuk mengembalikan semangat sila ketiga Pancasila yakni 'Persatuan Indonesia'. Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak mengingatkan perlunya membangkitkan kembali semangat kebangsaan untuk merevitalisasi keberagaman yang ada di Indonesia.

"Saya mengingatkan sila ini sebenarnya adalah momentum menggembirakan kembali keberagaman sehingga kita bisa memaknai 'Persatuan Indonesia'," jelas Dahnil saat berbincang dengan Okezone, Minggu (20/5/2018).

Dahnil mengingatkan, keberagaman yang ada di Indonesia seharusnya disyukuri dan menjadi sesuatu yang menggembirakan, bukan malah menjadi sesuatu yang ditakuti. "Bagi saya, 'Persatuan Indonesia' di Harkitnas itu harus dimaknai dengan kegembiraan keberagaman indonesia. Keberagaman jangan ditakut-takuti, jangan jadi sesuatu yang horor tapi digembirakan," ucap Dahnil.

(Baca juga: Potret Peringatan Harkitnas Pertama dari Yogya hingga Aceh)

Menurut Dahnil, proklamator Indonesia, Muhammad Hatta dan Bung Hatta pernah mengatakan bahwa 'persatuan Indonesia bukan karena warna kulit ataupun bahasa yang sama, melainkan karena keberagaman Indonesia yang sangat tinggi'. Salah satu faktor utama dalam menyatukan keberagaman ini adalah adanya akal yang sehat.

Ilustrasi Harkitnas.

Akal sehat inilah, lanjut Dahnil yang tak terlihat saat ini, di mana perbedaan pendapat dan sikap politik dimaknai sebagai ujaran kebencian. "Sekarang saya melihat absennya akal sehat sehingga ketika berbeda sikap politik lalu ada yang mengkrtik itu dianggap sebagai ujaran kebencian dan sebagainya," heran Dahnil.

Momentum Harkitnas, menurut Dahnil bisa dijadikan untuk mengembalikan akal sehat dalam menerima keberagaman yang ada di Indonesia. Mulai dari keberagaman suku, agama maupun ras, hingga perbedaan dalam pandangan politik. Apalagi, saat ini tengah memasuki tahun politik, di mana bangsa ini akan menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2018 yang berlanjut pada Pemilu 2019 mendatang.

"Ini momentum mengembalikan akal yang sehat sehingga bisa menerima Indonesia yang beragam sehingga kita bisa bersatu. Setop membenci mereka yang berbeda secara politik, maupun setop membenci mereka yang kritis dan sebagainya," simpul Dahnil.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini