nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polisi Diyakini Dapat Antisipasi Reaksi Pengikut Aman Abdurrahman Terkait Tuntutan Mati

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Sabtu 19 Mei 2018 07:32 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 05 19 337 1900160 polisi-diyakini-dapat-antisipasi-reaksi-pengikut-aman-abdurrahman-terkait-tuntutan-mati-wtxpudizWO.jpg Aman Abdurrahman saat menjalani sidang tuntutan di PN Jaksel. (Foto: Antara)

JAKARTA – Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut hukuman mati terhadap terdakwa kasus terorisme Aman Abdurrahman lantaran dianggap menjadi dalang di balik ledakan bom, seperti di Kampung Melayu Jakarta pada Mei 2017 atau satu tahun setelah peristiwa bom Thamrin.

Pengamat terorisme dari Institute For Security and Strategic Studies (ISESS), Khairul Fahmi menilai adanya tuntutan terhadap Aman akan terdapat reaksi bagi para pengikutnya.

"Reaksi tentu ada, tapi apakah kemarahan itu kemudian dilanjutkan dengan aksi, saya kira enggak akan semudah itu," papar Khairul kepada Okezone, Sabtu (18/5/2018).

Meski begitu, Khairul melihat beberapa rentetan aksi yang terjadi belakangan ini mungkin saja merupakan bagian dari reaksi para pengikut Aman.

"Mungkin saja, tapi ini kan sudah beberapa hari ada rangkaian aksi," papar dia.

Selain itu, Khairul menilai Polri diangggap bisa mengantisipasi adanya aksi-aksi yang akan dilakukan terkait tuntutan hukuman mati kepada Aman Abdurrahman.

 (Foto: Antara)

"Saya kira Polri pasti sudah siapkan antisipasi, cuma memang yang harus ditekankan terutama adalah soal kedispilinan dalam melakukan pantauan di lapangan agar tidak lengah maupun keliru," pungkasnya.

(Baca Juga: Keberatan Dituntut Hukuman Mati, Aman Abdurahman Ajukan Pleidoi)

Seperti diketahui, pada sidang pembacaan tuntunan yang berlangsung pada pagi tadi di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, JPU menuntut terdakwa hukuman mati. Aman Abdurrahman didakwa sebagai aktor intelektual yang memberikan doktrin kepada pelaku bom bunuh diri di Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada 14 Januari 2016. Dia juga disebut-sebut sebagai otak di balik bom Kampung Melayu dan Samarinda.

Peran Aman Abdurrahman memberikan doktrin kepada para pengikutnya yang mengunjunginya di penjara. Kemudian, memerintahkan untuk berjihad dengan menjadikan warga negara asing, terutama Prancis dan Rusia, sebagai target.

(Baca Juga: Alasan Jaksa Tuntut Mati Aman Abdurahman)

Atas rentetan kasus itu, Aman dituduh melanggar Pasal 14 Juncto Pasal 6 subsider Pasal 15 UU Nomor 15 Tahun 2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme. Sementara itu, dalam dakwaan sekunder, disangkakan Pasal 14 Juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 Juncto Pasal 7 UU Terorisme.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini